
Kecelakaan Tragis yang Mengubah Hidup Seorang Pedagang Keliling
Seorang pedagang keliling asal Banjar Pagutan, Dewa Ngakan Ketut Kicen (50), mengalami kecelakaan yang sangat tragis di kawasan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) Klungkung, Bali. Peristiwa ini terjadi saat ia sedang menyeberang jalan untuk keperluan pribadi, namun tiba-tiba ditabrak oleh sepeda motor Kawasaki Ninja yang melaju kencang dari arah barat.
Pada saat kejadian, jalan terlihat sepi, sehingga Dewa Ngakan tidak menyadari adanya ancaman. Saat itu, ia hanya ingin ke toilet sebelum melanjutkan aktivitas berjualan. Namun, tanpa diduga, motor yang melaju cepat menghantamnya secara tiba-tiba. Akibatnya, korban mengalami cedera kepala serius dan harus menjalani perawatan intensif selama lebih dari sebulan.
Kondisi Kesehatan yang Memprihatinkan
Dewa Ngakan sempat lima hari dalam kondisi tidak sadarkan diri dan menjalani perawatan di ICU. Meskipun kondisinya mulai membaik, masih ada trauma yang membekas pada tubuhnya. Ia kesulitan berbicara dan penglihatannya pada bagian kanan belum pulih sepenuhnya.
Peristiwa ini terjadi pada sore hari menjelang pukul 18.00. Saat itu, Dewa Ngakan sedang berjualan di PKB Klungkung. Anaknya, Dewa Ngakan Gede Agus Sudarsana (24), yang juga ikut membantu berjualan, menjadi saksi langsung kejadian tersebut.
“Jalan waktu itu kelihatan sepi. Ajik mau nyebrang, tiba-tiba ramai. Ajik saya sudah tergeletak,” kenang Agus. Ia panik dan langsung membawa ayahnya ke rumah sakit terdekat, RS Graha Bhakti Medika, sebelum dirujuk ke RSUD Klungkung.
Biaya Pengobatan yang Menyulitkan
Biaya pengobatan yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp145 juta. Sayangnya, BPJS dan Jasa Raharja tidak menanggung biaya tersebut karena kecelakaan terjadi di kawasan tertutup, bukan jalan umum. Hal ini membuat keluarga terpaksa mencari solusi lain.
Agus mengaku telah berkunjung ke kantor BPJS dan Polres, tetapi tidak mendapatkan bantuan. “Lokasinya dianggap bukan jalan raya,” katanya.
Pihak penabrak memberikan bantuan sebesar Rp25 juta, sementara sisanya ditutup melalui penggalangan dana dari pihak rumah sakit dan kerabat. Namun, masih ada kekurangan sekitar Rp90 juta yang belum dapat dilunasi.
Kondisi Keluarga yang Semakin Sulit
Kini, Dewa Ngakan nyaris tak bisa beraktivitas seperti dulu. Untuk berjualan pun ia tak sanggup lagi berkeliling seperti sebelumnya. Selama ini, ia mengandalkan dagangan keliling saat ada karya atau piodalan di pura-pura.
Beruntung, pihak RSUD Klungkung ikut membantu dengan penggalangan dana dan memberikan keringatan untuk waktu pembayaran biaya pengobatan. Kini, sang istri Jro Nengah Sukarni (48) dan anaknya mengambil alih pekerjaan berjualan boba dan tipat sate untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Harapan Keluarga untuk Bantuan
Dengan kondisi tubuh yang belum pulih, Dewa Ngakan hanya bisa berharap ada bantuan agar sisa biaya rumah sakitnya dapat dilunasi. Keluarga tetap berusaha melunasi sisa tunggakan biaya perawatan selama di rumah sakit.
“Kalau mendengar suara mobil, saya masih gemetar,” ujarnya perlahan. Ia pun berharap, pemerintah ataupun masyarakat bisa membantunya melunasi biaya pengobatan.
“Semoga pemerintah atau masyarakat bisa bantu saya dan anak saya. Dumogi suweca untuk siapa pun yang menolong,” ucapnya lirih.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar