Serial Had I Not Seen The Sun yang rilis di Netflix pada 13 November lalu, menawarkan konsep yang mirip dengan serial The Glory asal Korea Selatan. Meski berasal dari Taiwan, serial ini memiliki kisah yang kompleks dan penuh dengan elemen thriller-psikologis serta drama yang memicu emosi penonton.
Sinopsis
Tokoh utama serial ini adalah Li Jen Yao, seorang terdakwa kasus pembunuhan berantai yang sangat sadis. Ia dipenjara setelah membunuh banyak korban dengan cara yang tidak manusiawi. Seorang perempuan muda bernama Pin Yu, bekerja di sebuah studio film, datang ke penjara untuk menemui Li Jen Yao. Ia ingin membuat dokumenter tentang kehidupan Li Jen Yao hingga ia menjadi seorang pembunuh berantai.
Meski sebagai pembunuh berdarah dingin, Li Jen Yao tampak ramah ketika ditemui oleh Pin Yu. Ia bahkan menyetujui permintaan pembuatan dokumenter tersebut. Namun, ia bersikeras tidak akan mengungkap hal-hal yang dianggap pribadi. Di rumahnya, Pin Yu justru mengalami mimpi aneh yang berhubungan dengan Li Jen Yao. Puncaknya, ia melihat sosok perempuan SMA dengan rambut ekor kuda yang hanya bisa dilihat oleh dirinya sendiri.
Di sinilah cerita bermula, dan membuat penonton semakin penasaran tentang masa lalu Li Jen Yao dan siapa sesungguhnya perempuan SMA itu.
Kilas Balik Romansa Si Pembunuh Berantai
Serial ini memiliki unsur thriller-psikologis yang kuat, tetapi juga menyelipkan elemen romansa yang manis. Bahkan, ada sedikit sentuhan horor yang sebenarnya tidak begitu menakutkan. Pada bagian horor ini, sosok perempuan SMA yang dilihat oleh Pin Yu seperti arwah yang ingin menyampaikan pesan. Hanya Pin Yu yang bisa melihatnya, dan ia menjadi perantara untuk menyampaikan pesan tersebut.
Akhirnya, sosok perempuan SMA itu membuka cerita lamanya yang ternyata berhubungan dengan Li Jen Yao di masa lalu, tepatnya saat keduanya masih di masa sekolah. Gadis itu adalah Hsiao Thung, siswi cantik yang memiliki bakat menari balet. Ia sering latihan di atas gedung sekolah untuk mempersiapkan diri dalam kompetisi. Suatu ketika, ia tak sengaja bertemu Li Jen Yao yang juga sedang menyendiri di sana.
Meskipun awalnya Li Jen Yao dingin kepada Hsiao Thung, keduanya akhirnya dekat. Mereka sering bertemu di atap gedung sekolah untuk makan siang bersama. Cerita mereka begitu manis, namun tidak berlebih layaknya kisah pertemanan anak SMA yang kemudian tumbuh menjadi benih cinta. Penonton pun dibuat semakin penasaran apakah Hsiao Thung ini jadi korban pembunuhan Li Jen Yao atau bukan.
Perundungan Yang Kasar Dan Begitu Kuat
Yang perlu digarisbawahi dalam seluruh cerita ini ialah bahwa Li Jen Yao punya masa lalu yang begitu kelam. Ayahnya terlibat hutang ke rentenir hingga ia harus jadi korban pemukulan para debt collector. Ibunya yang sangat ia sayang justru lebih percaya ke Ayahnya dan tidak ingin berpisah.
Di sekolah, Li Jen Yao dirundung oleh teman-temannya. Ia sering dijadikan olok-olok. Setiap ia mulai melawan, teman-temannya itu memutarbalikkan fakta bahwa yang salah tetap dirinya. Cerita perundungan ini begitu kasar dan kuat yang sebenarnya sedikit membuat saya tidak tega. Adegan seperti perkelahian, darah, hingga hal-hal lain cukup kuat terekspos.
Kekerasan Seksual Dan Kejamnya Kekuasaan
Serial Had I Not Seen The Sun berjumlah 10 episode dengan durasi kurang lebih sekitar 50 menit per episodenya. Pada setengah perjalanan cerita, akan difokuskan pada kehidupan Li Jen Yao, sementara setengahnya lagi akan berfokus di Hsiao Thung.
Ia jadi sasaran empuk para pembully Li Jen Yao yang pada akhirnya mendapat kekerasan fisik, bahkan seksual yang membuat ia trauma berat. Orang tuanya hendak melapor ke polisi hingga pihak sekolah untuk menyelesaikan semuanya. Namun begitu dikumpulkan bersama para orang tua yang lain, karena punya kekuasaan tinggi, si pelaku kekerasan seksual bisa tetap bebas dengan kesalahan yang ditujukan pada Hsiao Thung. Gadis muda itu justru jadi tertuduh sebagai perempuan yang gatal dan suka menggoda, padahal dialah korbannya.
Hsiao Thung begitu terpuruk sebagai korban kekerasan seksual yang justru dipandang rendah oleh orang lain. Ia mengurung diri di kamar, tidak mau makan, bahkan sampai ingin pindah ke tempat yang jauh dari lokasinya saat ini. Kekuasaan si pelaku utama sebagai anak orang kaya benar-benar membuat emosi. Dan alasan inilah yang (sepertinya) dijadikan alasan Li Jen Yao menjadi pembunuh berantai, karena para korban yang telah meninggal adalah teman-teman terdahulunya ini.
Part 2 Yang Akan Tayang 11 Desember Ini
Sepuluh episode Had I Not Seen The Sun ditutup dengan cukup menggantung dan akan berlanjut ke part 2 yang akan tayang di 11 Desember nanti untuk melanjutkan kisah Li Jen Yao. Part 1 ini memang lebih banyak soal pengenalan karakter, konflik, hingga puncaknya. Sedangkan di Part 2 nanti adalah klimaks pembalasan dendam dan cerita rinci bagaimana Li Jen Yao membunuh korban-korbannya dengan cara yang sadis.
Part 2 ini saya rasa akan lebih brutal dan sadis karena fokusnya di pembalasan dendam. Di sini juga akan ada tokoh baru yang sepertinya punya benang merah bagi Li Jen Yao. Dan soal nasib Hsiao Thung yang belum jelas di Part 1 pun sepertinya akan terjawab di Part selanjutnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar