Jokowi Akui Tahu Dalang Kasus Ijazah Palsu, Mudah Ditebak

Jokowi Akui Tahu Dalang Kasus Ijazah Palsu, Mudah Ditebak

Presiden Joko Widodo Akui Ada Pihak Besar di Balik Isu Ijazah Palsu

Presiden Republik Indonesia ke-7, Joko Widodo, mengungkapkan bahwa ia mengetahui sosok yang terlibat dalam isu ijazah palsu yang menyeret namanya. Ia menyebut bahwa orang tersebut mudah ditebak dan memiliki agenda politik tertentu. Dalam pernyataannya, Jokowi menilai tuduhan ini sebagai upaya sistematis untuk merusak reputasinya, bagian dari operasi politik yang memiliki kepentingan besar.

Kepastian Keaslian Ijazah

Sejak lama, polemik terkait ijazah Jokowi terus bergulir. Meski telah ada delapan tersangka yang terlibat dalam kasus ini, Bareskrim Polri telah menyatakan bahwa ijazah Jokowi asli. Namun, kasus ini masih menuai sorotan, dan banyak oknum yang tidak percaya.

Jokowi merasa reputasinya sengaja dirusak untuk mencapai agenda besar dalam dunia politik. "Saya pastikan iya (ada agendan besar dan orang besar di balik kasus ijazah). Saya kira gampang ditebak. Tidak perlu saya sampaikan," ujarnya.

Menurut Jokowi, tudingan ijazah palsu yang menyerangnya adalah bentuk untuk menjatuhkan reputasinya sebagai Presiden ke-7 Republik Indonesia. "Saya lihat ini memang ada agenda besar politik, ada operasi politik. Kenapa sih kita harus mengolok-olok, menjelek-jelekan, merendahkan, menghina, menuduh, semua dilakukan untuk apa kalau hanya untuk main-main, kan mesti ada kepentingan politiknya di situ," jelasnya.

Menunjukkan Ijazah Asli ke Pengadilan

Jokowi menyatakan siap menunjukkan ijazah asli kelulusannya dari sekolah dasar hingga sarjana kepada pengadilan. "Ya, itu (pengadilan) forum yang paling baik untuk menunjukkan ijazah asli saya dari SD, SMP, SMA, universitas, semuanya dan saya bawa," kata dia.

Ia membawa persoalan ini ke ranah hukum agar menjadi pembelajaran bagi masyarakat untuk tidak mudah menuduh seseorang. "Untuk pembelajaran kita semuanya bahwa jangan sampai gampang menuduh orang, jangan sampai gampang menghina orang, memfitnah orang, mencemarkan nama baik seseorang," pesannya.

Respons Terhadap Tuduhan

Jokowi yang selalu diam atas tudingan yang merusak reputasinya sebagai Presiden ke-7 Republik Indonesia, meminta para aktor yang menuduh dapat membuktikan. "Saya dituduh ijazah saya palsu. Artinya yang menuduh itu yang harus membuktikan. Dalam hukum acara siapa yang menuduh itu yang harus membuktikan," ujar Jokowi.

Disampaikan oleh Jokowi jika selama ini tak mau menanggapi tudingan ijazah palsu, karena faktanya ijazah aslinya ada di tangannya. "Ini kan sebuah isu yang sudah empat tahunan ya dibicarakan dan sebetulnya saya sudah empat tahunan diam, tidak banyak menanggapi, karena apa? Ijazahnya saya pegang gitu loh, tetapi saya tidak menyampaikan kepada publik ijazah itu," kata Jokowi.

Kronologi Polemik Ijazah Jokowi

Polemik ijazah palsu Jokowi menjadi sorotan tersendiri belakangan ini. Roy Suryo, dr Tifa, dan Rismon Sianipar masih terus menyebut bahwa Jokowi memiliki ijazah palsu. Bahkan ketiga orang ini membuat buku tentang ijazah palsu Jokowi.

Polemik ini bermula pada tahun 2013 saat wawancara Jokowi dikutip oleh Roy Suryo perihal nilai IPK dari UGM. Saat itu Jokowi mengaku IPK miliknya di bawah nilai 2. Di tahun 2014, polemik ini kembali terdengar manakala perbedaan nama (Joko Widodo vs Joko Widada) dan nomor ijazah. Di tahun 2019, pada periode Pilpres, isu ini kembali mencuat. Namun di tahun 2022, kasus hukum pertama pada polemik ijazah palsu Jokowi muncul.

Di tahun 2025, polemik ijazah Jokowi nyatanya kembali memanas. Jokowi baru menyadari bahwa soal keaslian ijazahnya kini diperbicarakan banyak orang. Pada 30 April 2025, Jokowi secara resmi melaporkan Roy Suryo, dr Tifa, dan Rismon Sianipar ke Polda Metro Jaya.

Penyelidikan dan Hasil Uji Labfor

Pada pertengahan Mei 2025, Bareskrim Polri menyatakan keaslian ijazah Jokowi. Keputusan ini hasil penyelidikan selama lebih sebulan. Bareskrim Polri melakukan uji labfor dilakukan menyusul adanya pengaduan masyarakat oleh Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Eggi Sudjana.

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro menyampaikan bahwa dari hasil uji labfor ijazah Jokowi dinyatakan keaslian dokumen tersebut. Pengecekan berdasarkan dari bahan kertas, pengaman kertas, bahan cetak, tinta tulisan tangan, cap stempel, dan tinta tanda tangan dari dekan dan rektor.

"Bahwa terhadap hasil penyelidikan ini telah dilaksanakan gelar perkara untuk memperoleh kepastian hukum tidak ditemukan adanya tindak pidana," lanjut dia.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan