Kabel Berantakan dan Tiang Miring di Depan Kantor Kecamatan Tebet, Warga Khawatir


JAKARTA, nurulamin.pro
Kabel-kabel utilitas yang tidak teratur dan tiang penyangga yang miring menghiasi sepanjang Jalan Soepomo hingga Jalan Dr. Saharjo sebelum Jalan Raya Casablanca, Tebet, Jakarta Selatan.

Kondisi ini tidak hanya merusak estetika kawasan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan pengguna jalan dan pejalan kaki. Pemandangan serupa juga terlihat hingga depan Kantor Kecamatan Tebet yang bersebelahan dengan Polsek Tebet.

Di area pagar bertuliskan Kantor Kecamatan Tebet, setidaknya dua tiang penyangga kabel tampak miring ke arah depan. Kedua tiang tersebut tertanam di tanah berwarna cokelat gelap bersama tiang lainnya, namun harus menahan beban tumpukan kabel yang cukup berat di bagian atas.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sedikitnya terdapat tujuh titik di trotoar arah Jalan Raya Pasar Minggu yang memiliki tiang kabel dalam kondisi miring. Selain itu, kabel-kabel terlihat tidak tertata dengan baik. Beberapa di antaranya menggulung dan menjuntai rendah, bahkan terdapat kabel yang sudah putus.

Kondisi serupa juga tampak di sepanjang Jalan Dr. Saharjo. Tiang penyangga kabel ditanam tidak beraturan, sebagian berada di sisi trotoar dekat badan jalan, sementara lainnya berdiri persis di depan pagar gedung. Penempatan tersebut membuat untaian kabel menjadi semakin semrawut.

Bahkan, sejumlah pohon di pinggir jalan turut menanggung beban tumpukan kabel. Di salah satu titik, kabel diikatkan ke dahan pohon agar tidak jatuh. Ada pula tiang yang dipasang berdempetan dengan pohon sehingga batang dan dahan pohon terlilit kabel di berbagai sisi.

Sementara itu, di trotoar Jalan Tebet Raya terlihat dua tiang yang tergeletak, diduga merupakan tiang lampu penerangan yang serupa dengan tiang lain yang masih berdiri tegak. Material proyek berupa pasir menutupi sebagian area trotoar, memaksa pejalan kaki turun ke badan jalan untuk menghindarinya.

Menurut warga sekitar bernama Alfin (32), kondisi kabel dan tiang yang berantakan tersebut sudah terjadi sejak proyek perbaikan trotoar dimulai sekitar dua bulan lalu. Pada saat itu, sejumlah tiang, termasuk tiang lampu, dicabut dari posisi semula. Ia menyebutkan, tiang di depan warungnya bahkan dimasukkan ke dalam saluran air kecil di pinggir jalan. Setidaknya ada tiga tiang yang diperlakukan serupa. Akibatnya, karena posisi awal tiang cukup jauh, tarikan kabel membuat tiang tersebut menjadi miring.

"Ya, kayak begitu pas mulai bongkar-bongkar trotoar itu saja, tiangnya dimasukin ke got," kata Alfin saat ditemui di lokasi, Selasa (16/12/2025).

Melihat banyaknya tiang miring di sepanjang trotoar, Alfin mengaku kerap merasa waswas, terlebih saat cuaca buruk dan angin bertiup kencang. "Ngerinya kalau jatuh saja, apalagi angin sekarang kencang. Belum pernah kejadian sih, tapi kan bahaya kalau sampe iya," katanya.

Selain berpotensi membahayakan, kabel yang menggantung cukup rendah di akses masuk Jalan Tebet Dalam II juga kerap menghambat kendaraan besar, seperti mobil boks dan truk. "Kadang-kadang suka ada yang nyangkut kabelnya ke mobil besar, soalnya sering juga masuk mobil box ke sini, walaupun enggak tiap hari sih," katanya.

Alfin dan warga sekitar berharap kabel-kabel tersebut dapat segera ditata ulang. Menurut mereka, penyortiran kabel perlu dilakukan agar kabel yang sudah tidak berfungsi bisa dibuang dan kepadatan kabel berkurang. "Maunya sih dibersihin, yang sudah enggak kepake enggak berguna dibuang lah," ujar dia.

Harapan serupa disampaikan warga lainnya, Jaya (47). Ia menilai kondisi trotoar yang telah diperbaiki dengan rapi menjadi kurang sedap dipandang akibat tumpukan kabel yang semrawut. "Berharapnya dirapiin lah, enggak enak dilihatnya. Jalannya sudah rapi begini malah kabelnya ganggu," tutur dia.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan