
Kades Terpilih Desa Sukasari Meninggal Dunia Setelah Lakukan Aktivitas Adat
Kades terpilih Desa Sukasari, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, bernama Tarsitem meninggal dunia pada Jumat (2/1/2026) pagi. Ia sempat melakukan aktivitas adat mengelilingi batas desa tengah malam sebelum meninggal. Aktivitas ini biasanya dilakukan oleh calon kepala desa sebagai bagian dari ritual adat setempat.
Tarsitem dikenal memiliki jadwal yang padat, baik sebelum maupun setelah Pilwu (Pemilihan Kepala Desa). Menurut perwakilan keluarga, Tarjono, Tarsitem melakukan adat tersebut karena sudah menjadi kebiasaan di wilayahnya. Meskipun aktivitas ini sangat melelahkan, apalagi bagi seorang perempuan, ia tetap menjalaninya sesuai dengan aturan adat.
Setelah aktivitas adat, kondisi kesehatan Tarsitem mulai menurun. Ia kemudian pingsan dan langsung dibawa ke RSUD Indramayu untuk mendapatkan penanganan medis. Sayangnya, nyawanya tidak tertolong. Ia meninggal saat dalam perjalanan ke rumah sakit, sekitar pukul 09.00 pagi.
Penyebab Kematian Masih Dicari
Sampai saat ini, penyebab pasti kematian Tarsitem belum diketahui secara pasti. Diagnosis rumah sakit menyebutkan bahwa ia meninggal saat tiba di fasilitas kesehatan (dead on arrival/DOA). Namun, keluarga berpendapat bahwa kematian Tarsitem disebabkan oleh kelelahan pasca-Pilwu yang berlangsung pada 10 Desember 2025 lalu.
Tarjono, perwakilan keluarga, menyampaikan permintaan maaf atas kesalahan atau kekhilafan yang mungkin dilakukan almarhumah selama hidupnya. Ia juga berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah datang mendoakan Tarsitem.
Jabatan Kosong dan Prosedur Pengisian
Camat Arahan, Rohaenah, memberikan keterangan terkait kekosongan jabatan Kades Sukasari setelah Tarsitem meninggal. Menurutnya, pengisian jabatan kosong akan mengacu pada aturan yang berlaku.
"Ada PJ (Penjabat) yang akan ditunjuk, kemudian dilakukan Pergantian Antar-Waktu (PAW)," ujar Rohaenah.
Ia menegaskan bahwa tidak akan ada pemilihan ulang, hanya PAW yang akan dilakukan. "PAW tidak seperti pemilihan langsung saat Pilwu di masyarakat," tambahnya.
Rohaenah juga menyampaikan belasungkawa atas kematian Tarsitem. Ia langsung melakukan takziah setelah mendengar kabar tersebut.
Harapan Keluarga dan Program Kerja
Perihal kekosongan kepala desa, pihak keluarga berharap keputusan PAW yang diambil dapat berkeadilan. Tarjono menyebutkan bahwa harapan keluarga adalah agar PAW bisa dipilih orang yang mengakomodasi keluarga kuwu yang memenangi Pilwu.
Harapan ini bukan tanpa alasan. Tarjono menegaskan bahwa program kerja Desa Sukasari nanti harus dapat merepresentasikan program yang sudah dibuat oleh Tarsitem. Hal ini bertujuan agar harapan masyarakat yang telah memilih almarhumah dapat terakomodasi.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar