
aiotrade.CO.ID - JAKARTA.
Kadin Indonesia menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin II pada 1–2 Desember 2025. Acara ini menjadi momen penting dalam menentukan arah kebijakan dan strategi yang akan diambil untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam rapat tersebut, berbagai rekomendasi disusun dengan tujuan mendorong percepatan investasi serta memperkuat kinerja perekonomian secara keseluruhan.
Peran Kadin sebagai Mitra Strategis
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyampaikan bahwa rekomendasi yang dihasilkan merupakan kontribusi nyata dari Kadin sebagai mitra strategis pemerintah. Tujuannya adalah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi inklusif sebesar 8%, menghapus kemiskinan ekstrem, dan mempersiapkan generasi emas 2045. Menurutnya, kolaborasi antara pihak swasta dan pemerintah sangat penting dalam mewujudkan visi tersebut.
Stimulus Pemerintah Mulai Berdampak
Anindya menjelaskan bahwa stimulus 17+8, yang mencakup 17 program dan 8 agenda prioritas pemerintah, mulai menunjukkan hasil positif terhadap prospek ekonomi nasional. Beberapa program yang dinilai sebagai quick wins antara lain:
- Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
- Pengiriman pekerja migran
- Pembangunan dan perbaikan 3 juta rumah
- Pemeriksaan kesehatan gratis
- Magang berbayar
- Koperasi Merah Putih
Menurutnya, tahun 2026 akan menjadi tahun yang lebih optimis karena berbagai program pemerintah yang telah diluncurkan sejak awal tahun mulai memberikan dampak nyata. Pertumbuhan ekonomi tahun depan diperkirakan dapat melebihi 5,5% seiring dengan perbaikan pelaksanaan program pemerintah dan penciptaan lapangan kerja.
Investasi sebagai Kunci Perluasan Lapangan Kerja
Salah satu fokus utama Rapimnas adalah perluasan lapangan kerja. Kadin akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan lembaga keuangan untuk mendorong penciptaan pekerjaan baru. Untuk itu, investasi di berbagai sektor perlu dipermudah, termasuk di bidang pertanian, industri, energi, perdagangan dan jasa, ekonomi kreatif, pariwisata, hingga Artificial Intelligence (AI).
"Investasi menjadi game changer, terutama saat ini ketika daya beli masyarakat sedang mengalami tekanan," tegas Anindya.
Likuiditas Tersedia, Masalah Ada di Sisi Permintaan
Anindya mencatat bahwa pemerintah telah meningkatkan likuiditas melalui Kementerian Keuangan sebesar Rp 276 triliun, sementara kebijakan moneter Bank Indonesia mulai melonggar. Dengan demikian, hambatan bukan lagi pada sisi likuiditas, melainkan pada permintaan. Di sinilah pentingnya kemudahan investasi, baik penanaman modal dalam negeri maupun investasi asing.
Target Porsi Investasi dalam PDB di Atas 40%
Kadin menargetkan kontribusi investasi terhadap PDB yang saat ini berada di sekitar 29% dapat ditingkatkan secara bertahap hingga di atas 40%. Untuk mencapai target tersebut, Kadin mendukung langkah pemerintah dalam beberapa hal, antara lain:
- Mengatasi hambatan investasi (debottlenecking)
- Memberikan insentif bagi pelaku usaha
- Melakukan deregulasi atas aturan yang menghambat
- Memangkas ekonomi biaya tinggi
Rekomendasi Konkret untuk Kelancaran Investasi
Selain itu, Kadin juga memberikan sejumlah rekomendasi teknis, seperti:
- Pembentukan clearing house untuk sengketa industri atau lahan
- Insentif pajak (tax holiday) inklusif bagi PMDN menengah
- Kepastian perizinan AMDAL
- Penguatan peran pemerintah dalam industri strategis
- Sinkronisasi penuh platform Online Single Submission (OSS)
- Penyusunan peta jalan rantai pasok nasional
- Pengembangan KEK luar Jawa lewat skema KPBU
- Implementasi skema transmigrasi closed loop yang terhubung dengan industri dan offtaker anggota Kadin
Dengan rekomendasi tersebut, Kadin berharap percepatan investasi dapat memberikan dorongan signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan penciptaan lapangan kerja.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar