KAI Regional II Sumbar Catat Peningkatan Penumpang Nataru 2025-2026, Tembus 101.744 Orang

KAI Regional II Sumbar Catat Peningkatan Penumpang Nataru 2025-2026, Tembus 101.744 Orang

Penumpang Kereta Api Meningkat Selama Masa Angkutan Nataru

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat jumlah penumpang yang meningkat selama masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Berdasarkan data yang diungkapkan oleh pihak perusahaan, total penumpang yang diberangkatkan sebanyak 101.744 orang hingga Rabu (31/12/2025) pukul 13.00 WIB.

Periode penghitungan Angkutan Nataru dimulai dari tanggal 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Namun, hingga tenggat waktu tersebut, angka penumpang sudah mencapai angka yang cukup tinggi. Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menjelaskan bahwa angka ini menunjukkan minat masyarakat terhadap transportasi kereta api, khususnya selama liburan Natal dan Tahun Baru.

“Angka ini masih akan terus bertambah karena masa Angkutan Nataru masih berlangsung hingga 4 Januari 2026 mendatang,” jelas Reza. Ia menekankan bahwa keberadaan kereta api menjadi salah satu pilihan utama bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan jarak dekat maupun jauh.

Rute Favorit Selama Masa Libur

Salah satu rute yang paling diminati selama masa Nataru adalah perjalanan ke Kota Pariaman. Mayoritas penumpang menggunakan kereta api untuk tujuan wisata atau liburan. Salah satu destinasi populer adalah Pantai Gandoriah Pariaman, yang menjadi tujuan utama bagi banyak keluarga dan individu yang ingin menikmati liburan bersama.

Reza mengungkapkan bahwa penjualan tiket KA Lokal di wilayah Divre II Sumbar didominasi oleh masyarakat yang ingin melakukan perjalanan ke daerah pantai. “Kebanyakan berlibur ke Pantai Gandoriah Pariaman. Mereka ke sana menggunakan kereta api Pariaman Ekspres,” katanya.

Data Penjualan Tiket KA Pariaman Ekspres

Sampai dengan Rabu siang, penjualan tiket KA Pariaman Ekspres relasi Paulima-Naras mencapai 84.815 tiket. Kereta ini melayani rute Padang-Pariaman dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam. Hal ini menunjukkan bahwa kereta api menjadi pilihan yang sangat efisien dan nyaman bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan antar kota.

Dalam rangka memenuhi permintaan masyarakat, KAI juga memberikan layanan tambahan seperti kereta ekstra dan penambahan kursi untuk memastikan semua penumpang dapat bepergian dengan aman dan nyaman. Selain itu, pihak perusahaan juga meningkatkan pengawasan dan keamanan di stasiun serta di dalam kereta untuk mencegah gangguan selama masa angkutan.

Faktor yang Mendorong Minat Masyarakat

Beberapa faktor yang mendorong minat masyarakat terhadap transportasi kereta api selama Nataru antara lain:

  • Kenyamanan dan keamanan: Kereta api dianggap sebagai moda transportasi yang lebih aman dibandingkan kendaraan pribadi atau angkutan umum lainnya.
  • Harga tiket yang terjangkau: Harga tiket kereta api biasanya lebih murah dibandingkan biaya perjalanan menggunakan mobil atau bus.
  • Kemudahan akses: Stasiun kereta api tersebar di berbagai kota dan kabupaten, sehingga mudah diakses oleh masyarakat dari berbagai lapisan.

Selain itu, penggunaan kereta api juga membantu mengurangi kemacetan lalu lintas, terutama di kota-kota besar seperti Padang dan Pariaman.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan