KAI Siapkan Pengembangan Stasiun Gambir Sesuai Arahan Presiden

Perhatian Pemerintah terhadap Pengembangan Stasiun Gambir


Pemerintah menunjukkan perhatian besar terhadap pengembangan perkeretaapian nasional, yang menjadi tulang punggung transportasi publik. Salah satu fokus utama adalah pengembangan Stasiun Gambir sebagai simpul utama mobilitas di kawasan pusat kota Jakarta.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa penguatan perkeretaapian nasional menjadi salah satu prioritas Presiden dalam memastikan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat. Hal ini khususnya penting dalam masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru), yang melibatkan puluhan juta pergerakan nasional.

Teddy mengungkapkan keinginannya agar Stasiun Gambir segera direnovasi dan diperbaiki. Ia mengatakan:

“Dulu waktu masih kecil saya sering ke Stasiun Gambir. Kemudian sampai sekarang, ya gitu-gitu aja, belum berubah. Jadi, mumpung Pak Dirut, Pak Presiden memberikan perhatian besar di perkeretaapian, tolong direnovasi, diperbaiki, dipercantik, diperindah, dipernyaman.”

Menurutnya, momentum saat ini menjadi kesempatan strategis untuk membawa pengembangan Stasiun Gambir ke tahap yang lebih maju. Bukan hanya sebagai stasiun keberangkatan, tetapi juga sebagai ruang publik perkotaan yang representatif.

Pengembangan Stasiun Gambir sebagai Kawasan TOD

Sejalan dengan arahan tersebut, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa KAI akan mengembangkan Stasiun Gambir secara bertahap sebagai kawasan Transit Oriented Development (TOD) dan simpul intermoda utama di pusat Jakarta.

Beberapa aspek yang akan diperhatikan antara lain:

  • Optimalisasi pemanfaatan lahan melalui penataan zona komersial dan ruang publik multifungsi.
  • Integrasi kawasan stasiun dengan pusat kegiatan di kawasan Medan Merdeka.
  • Penyediaan fungsi komersial yang beragam dan tersegmentasi.

Dari sisi konektivitas, Stasiun Gambir akan diperkuat sebagai hub transportasi terpadu yang menghubungkan Kereta Api Jarak Jauh, Commuter Line, MRT Jakarta, serta layanan bus secara seamless. Penataan kawasan juga mencakup integrasi stasiun dengan ruang publik dan taman kota di kawasan Medan Merdeka, termasuk area Monumen Nasional.

Penataan Tata Ruang Luar Gedung

Penataan tata ruang luar gedung kawasan dirancang dengan menghadirkan elemen vegetasi pada ruang antarbangunan hingga area rooftop guna menciptakan lingkungan yang lebih teduh, humanis, dan nyaman di tengah kawasan pusat kota.

KAI akan melaksanakan arahan pemerintah tersebut secara bertahap dengan fokus pada penguatan fungsi Stasiun Gambir sebagai simpul transportasi utama yang terintegrasi dengan sistem mobilitas dan tata ruang perkotaan Jakarta.

Volume Layanan Tinggi di Masa Nataru

Dalam masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) yang berlangsung pada 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, Stasiun Gambir mencatat volume layanan yang tinggi. Hingga Selasa, 23 Desember 2025 pukul 16.00 WIB, Stasiun Gambir tercatat akan melayani 156.002 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh untuk keberangkatan dan 147.071 pelanggan untuk kedatangan. Angka tersebut masih berpotensi bertambah seiring penjualan tiket yang terus berlangsung.

Data tersebut menegaskan peran strategis Stasiun Gambir sebagai simpul mobilitas nasional sekaligus memperkuat urgensi pengembangan lanjutan kawasan stasiun sesuai dengan arahan pemerintah.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan