
Kekacauan di Timnas Kamerun Jelang Piala Afrika 2025
Kekacauan terjadi di dalam skuad timnas Kamerun menjelang Piala Afrika 2025 yang akan segera bergulir. Situasi ini menunjukkan adanya dualisme yang sangat kompleks dan berbau politis di dalam tubuh Les Lions Indomptables.
Bayangkan, timnas Kamerun memiliki dua skuad berbeda yang siap dikirim ke Piala Afrika 2025. Bagaimana bisa terjadi? Hal ini disebabkan oleh pertentangan antara Pemerintah Kamerun, khususnya Kementerian Olahraga, dengan federasi sepak bola mereka (Fecafoot) yang dipimpin oleh legenda Samuel Eto'o.
Pada awal Desember lalu, Eto'o selaku Ketua Fecafoot memecat Marc Brys dari jabatan pelatih Tim Singa Perkasa. Pria Belgia itu dituding tidak profesional karena melakukan beberapa pelanggaran etika, selain gagal membawa timnas Kamerun lolos ke Piala Dunia 2026. Brys diduga memperalat pemainnya untuk melawan Fecafoot. Geng Eto'o pun mengangkat asisten Brys, David Pagou, sebagai penggantinya.
Pagou ditugaskan untuk menangani timnas Kamerun di Piala Afrika 2025 yang akan berlangsung pada 21 Desember hingga 18 Januari mendatang. Ia kemudian menerbitkan daftar pemain yang akan dibawa ke turnamen tersebut.
Salah satu keputusan kontroversial Pagou adalah tidak memanggil penjaga gawang nomor satu, Andre Onana. Pemain Manchester United yang dipinjamkan ke Trabzonspor itu dicoret dari daftar kandidat. Anehnya, Pagou justru memanggil kiper asal tim lokal, Edouard Sombang, yang tak pernah bermain untuk klubnya dalam enam bulan terakhir.
Keganjilan semakin meledak setelah ia juga memanggil Mael Kamdem, gelandang antah berantah dari klub divisi enam Liga Brasil, untuk menggantikan personel yang cedera. Nama top lain yang dicampakkan Pagou adalah Vincent Aboubakar, pencetak gol terbanyak kedua sepanjang masa timnas Kamerun - di bawah Eto'o.
Konflik belum berakhir setelah Brys disingkirkan. Pada tengah pekan ini, ia mengumumkan skuad Kamerun versinya sendiri. Skuad tandingan ini kembali dihiasi nama Onana dalam daftar pemain yang dicantumkan untuk Piala Afrika 2025.
Brys mengaku tetap memiliki wewenang menyusun skuad sendiri karena secara legal, dia masih menjabat pelatih tim nasional. Ia belum menerima surat resmi dari Pemerintah mengenai pemecatannya sehingga masih terikat kontrak dengan Kementerian Olahraga sampai 30 September 2026.
Brys menganggap pemecatan itu hanya dilakukan sepihak oleh Eto'o demi melindungi kepentingan politisnya di kursi Fecafoot. Eks striker tajam Barcelona dan Inter Milan itu juga disebut menyusun skuad sesuai keinginan sendiri guna mengintervensi Pagou.
"Eto'o telah mengabaikan pemain kunci dan sosok pemimpin di tim ini karena dia jelas yang bertanggung jawab atas daftar skuad itu," kata Brys.
"Bagaimana bisa berpartisipasi dalam turnamen semacam ini tanpa kiper kelas dunia, atau tanpa Aboubakar?"
"Ini adalah pemain-pemain dengan karakter hebat. Ini tak terbayangkan."
"Tetapi saya tidak terkejut kalau tindakan ini datang dari seseorang yang narsis dan menganggap dirinya yang terbaik," ucap Brys kepada Afrik Foot.
Konflik dua pihak ini harus segera dibereskan karena tim peserta Piala Afrika diharuskan merilis daftar skuad akhir pada Kamis (11/12/2025). Brys yakin dirinya akan bertahan di kursi pelatih Tim Singa Perkasa ketika turnamen berlangsung.
"Selama tidak ada memorandum tertulis dari Presiden Kamerun yang menunjuk David Pagou sebagai pelatih tim nasional, Marc Brys akan tetap menjabat," tegasnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar