Kantor Bupati Sinjai Nyaris Terbakar, Kepala Satpol PP Minta Warga Lebih Waspada

Kantor Bupati Sinjai Nyaris Terbakar, Kepala Satpol PP Minta Warga Lebih Waspada

Kebakaran Hebat di Lahan Kosong Belakang Kantor Bupati Sinjai

Kebakaran besar terjadi di lahan kosong yang berada di belakang Kantor Bupati Sinjai, Jumat (3/1/2026) sore. Kejadian ini menarik perhatian masyarakat dan instansi terkait, termasuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Damkar Sinjai.

Imbauan untuk Meningkatkan Kewaspadaan

Menyusul kejadian tersebut, Satpol PP dan Damkar Sinjai mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama selama musim kemarau. Kasat Satpol PP dan Damkar Sinjai, Agung Prayogo, menyampaikan pesan tersebut pada Sabtu (3/1/2026). Ia menegaskan bahwa kebakaran sering kali dipicu oleh kelalaian sederhana yang bisa dicegah.

“Masyarakat harus lebih waspada. Hindari membuang puntung rokok sembarangan, terutama di area yang kering dan banyak sampah,” ujar Agung.

Selain itu, ia juga mengingatkan warga untuk memastikan alat elektronik dimatikan saat tidak digunakan serta tidak meninggalkan kompor menyala tanpa pengawasan. Ia menekankan pentingnya menjauhkan benda mudah terbakar dari sumber api, menyimpan korek api jauh dari jangkauan anak-anak, dan melakukan pemeriksaan rutin instalasi listrik.

Proses Pemadaman yang Memakan Waktu

Sebelumnya, sebanyak 20 personel Damkar Sinjai dengan lima armada dikerahkan untuk memadamkan api. Dua armada berasal dari sektor Sinjai Selatan dan tiga armada dari sektor Sinjai Utara. Hingga pukul 02.30 Wita, petugas masih berjibaku melakukan pemadaman.

Kasi Operasional Damkar Sinjai, Muh Yamin, menjelaskan bahwa proses pemadaman memakan waktu lama karena material yang terbakar merupakan sampah kering. “Sudah delapan jam kita melakukan penyiraman dan api belum sepenuhnya padam. Fokus kami agar api tidak menjalar ke Kantor Pemerintahan,” ujarnya.

Dalam proses pemadaman, Damkar Sinjai mengerahkan 10 tangki air yang diangkut dari Pos Damkar Sinjai di Jalan Abdul Latif, Kelurahan Biringere, dengan jarak sekitar 2,5 kilometer dari lokasi kebakaran. “Sekarang sudah 10 tangki yang digunakan. Insya Allah sekitar satu jam ke depan api bisa dijinakkan,” tambahnya.

Penyebab Masih dalam Penyelidikan

Muh Yamin menyebutkan bahwa penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun, kejadian ini tercatat sebagai kasus kebakaran pertama di Kabupaten Sinjai sepanjang 2026.

Sebelumnya, selama tahun 2025 tercatat 36 kasus kebakaran dengan total kerugian material mencapai Rp3,5 miliar. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kesadaran masyarakat dalam mencegah kebakaran.

Langkah Pencegahan yang Harus Dilakukan

Agung Prayogo menekankan bahwa pencegahan kebakaran adalah kunci utama untuk menghindari risiko yang lebih besar. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Menghindari membuang puntung rokok sembarangan, terutama di daerah yang kering dan memiliki banyak sampah.
  • Memastikan alat elektronik dimatikan saat tidak digunakan.
  • Tidak meninggalkan kompor menyala tanpa pengawasan.
  • Menjauhkan benda-benda mudah terbakar dari sumber api.
  • Menyimpan korek api jauh dari jangkauan anak-anak.
  • Melakukan pemeriksaan rutin terhadap instalasi listrik.

Dengan kesadaran dan kewaspadaan yang tinggi, masyarakat dapat membantu mencegah terjadinya kebakaran yang bisa merusak lingkungan dan merugikan ekonomi.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan