
Kecelakaan Kapal Jukung di Kota Tegal
Sebuah kecelakaan laut terjadi di sekitar utara bibir pantai Kota Tegal, Jumat (12/12/2025). Kapal jukung yang membawa empat anak buah kapal (ABK) mengalami kejadian tragis, yaitu terbalik dan tenggelam. Peristiwa ini berlangsung pada pukul 14.00 WIB.
Dalam kejadian tersebut, satu dari empat ABK dikabarkan hilang dan tenggelam. Korban yang hilang adalah Hanif Saputra (21), warga Jalan Bali RT 15 RW 11, Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal. Hingga saat ini, pencarian terhadap korban masih dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Latar Belakang Kejadian
Menurut Kasatpolairud Polres Tegal Kota, Iptu Susanto, kejadian itu terjadi saat kapal jukung sedang berlayar di sekitar utara bibir pantai atau dekat galangan kapal milik PT Sarana Samudera Aparatus (SSA). Kapal jukung tersebut rencananya akan mengambil limbah oli sebanyak 46 jerigen atau 20 liter dari KM Forshtina yang sedang melakukan pembersihan di bibir pantai.
Namun, kondisi cuaca tidak mendukung. Angin kencang dan ombak besar menyebabkan kapal jukung kemasukan air. Akibatnya, kapal terbalik dan akhirnya tenggelam. Dari empat ABK yang ada di dalam kapal, tiga orang berhasil selamat, sementara satu orang lainnya hilang dan belum ditemukan.
Upaya Pencarian
Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI AL, dan Satpolairud Polres Tegal Kota telah melakukan upaya pencarian sejak kejadian. Meski begitu, hingga Jumat petang, hasil pencarian masih nihil. Cuaca yang gelap dan kondisi laut yang tidak stabil menjadi kendala dalam proses pencarian.
Pukul 18.20 WIB, pencarian dihentikan sementara karena kondisi cuaca memburuk dan hari mulai gelap. Namun, tim SAR akan melanjutkan pencarian besok pagi dengan harapan bisa menemukan korban yang hilang.
Kondisi Cuaca dan Faktor Penyebab
Susanto menjelaskan bahwa faktor utama kejadian ini adalah cuaca yang kurang bagus. Angin kencang dan ombak tinggi membuat kapal jukung tidak mampu bertahan di tengah perairan. Hal ini juga memengaruhi kemampuan kapal untuk menghindari bahaya.
Kejadian ini menjadi peringatan bagi nelayan dan pengguna kapal lainnya untuk lebih waspada terhadap kondisi cuaca dan memastikan keselamatan selama beraktivitas di laut.
Tindakan Selanjutnya
Pihak berwenang akan terus memantau perkembangan situasi dan memastikan semua upaya pencarian dilakukan secara maksimal. Selain itu, mereka juga akan melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kejadian ini dan mencegah terulangnya kecelakaan serupa.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar