
Perjalanan Berat KN SAR Ganesha Melintasi Selat Semangka
KN SAR Ganesha sempat menghadapi cuaca ekstrem saat melintasi Selat Semangka pada Selasa (2/12/2025) sore. Kapal yang sedang bergerak ke arah utara menyusuri pesisir barat Pulau Sumatera mengalami goyangan akibat angin kencang dan ombak tinggi.
Mualim 1 KN SAR Ganesha, Teuku Sufriadi Ramadhani (51), menjelaskan bahwa angin bertiup dari sisi barat dengan kecepatan sekitar 22 mil per jam. "Angin cukup kencang tadi malam dengan gelombang 1-2 meter," ujarnya saat ditemui di ruang nakhoda KN SAR Ganesha, Rabu (3/12/2025) pagi.
Ia menambahkan bahwa angin barat membuat kapal bergoyang cukup kencang. Bagi penumpang yang tidak terbiasa, kondisi ini bisa menyebabkan mual. "Kalau angin dari depan mungkin tak terlalu terasa. Beda kalau dari arah barat, bisa buat mual kalau baru pertama kali naik kapal," tambahnya.
Setelah melewati Selat Semangka, kapal kemudian melaju stabil dengan kecepatan 12-13 knot menuju Padang, Sumatera Barat, dan Sibolga, Sumatera Utara. Meski stabil, goyangan kuat masih dirasakan oleh para relawan SAR dan awak kapal yang berada di dalam kabin maupun di dek buritan. Suara deburan ombak terdengar keras menghantam badan kapal.
Di dek helikopter bagian buritan, angin bertiup kencang hingga membuat rambut dan pakaian penumpang terkibas. Beberapa harus menahan topi agar tidak terbawa angin, sementara lainnya memilih masuk ke kabin penumpang. Di dalam kabin, sejumlah relawan tampak mual dan beberapa langsung masuk ke kamar mandi.
Salah satu relawan mengatakan, "Muntahin aja biar enak." Relawan lainnya juga menyarankan agar mual tidak ditahan. "Jangan ditahan. Muntahin," ujar dia.
Rencana Perjalanan ke Padang dan Sibolga
KN SAR Ganesha milik Basarnas dijadwalkan tiba di Padang pada Kamis (4/12/2025) pagi. Kapten KN SAR Ganesha, Pasundanu Kresna (30), menjelaskan bahwa kapal berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok dengan rute Selat Sunda lalu melanjutkan perjalanan ke pesisir barat Sumatera.
"Jadi untuk perjalanan kita hari ini dari Tj Priok menuju Padang dengan rute melewati Selat Sunda lalu menuju pesisir Barat Sumatera naik ke Bengkulu sampai Padang dengan jarak tempuh sekitar 540-an nautical mile," ujar Pasundanu saat ditemui aiotrade di KN SAR Ganesha, Selasa pagi.
Ia menambahkan bahwa cuaca pada pagi hari sempat kondusif dengan angin 10-15 knot dan gelombang 0-0,5 meter. "Estimasi tiba di Padang pada hari Kamis tanggal 4 pagi menyesuaikan cuaca," kata Pasundanu.
KN SAR Ganesha akan bersandar di Padang beberapa jam untuk menurunkan personel SAR dan logistik, lalu melanjutkan perjalanan ke Sibolga. "Padang ke Sibolga perkiraan jaraknya 150 an nautical mile dan perkiraan waktu tempuh sekitar 2 hari satu malam," tambah Pasundanu.
Kapal berangkat dari Tanjung Priok pada Selasa (2/12/2025) pukul 08.00 WIB. Keberangkatan dilepas Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan dan Kesiapsiagaan, Edy Prakoso; Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari; dan jajarannya.
Pengiriman Personel dan Logistik ke Wilayah Terdampak
Edy Prakoso mengatakan, Basarnas mengirimkan 80 personel terdiri dari personel Basarnas, potensi SAR, anak buah kapal, dan wartawan ke wilayah terdampak bencana di Sumatera. "Pengiriman ini merupakan yang kedua. Yang pertama, kami mengirimkan lewat jalur Tanjung Pinang untuk membantu rekan-rekan kami di Aceh," kata Edy di atas KN SAR Ganesha, Selasa pagi.
Edy menyebutkan bahwa KN SAR Ganesha membawa logistik dan personel SAR yang akan ditugaskan di sejumlah titik terdampak. "Kehadiran kami selain memberi bantuan logistik, kami juga memberikan bantuan kepada daerah-daerah atau melakukan pencarian dan pertolongan di daerah-daerah yang belum tersentuh karena area yang terdampak cukup luas," ujar Edy.
Ia berharap keberadaan Basarnas dan relawan SAR bisa membawa harapan bagi para penyintas bencana di Sumatera.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar