Kapal Turunkan Jangkar, Rusak Kabel Bawah Laut, Dugaan Sabotase Meningkat

Penangkapan Kapal yang Diduga Merusak Kabel Bawah Laut

Pihak berwenang Finlandia telah mengamankan sebuah kapal dan seluruh awaknya setelah diduga merusak kabel telekomunikasi bawah laut. Kejadian ini terjadi pada Rabu (31/12/2025) di perairan Finlandia. Kabel yang rusak tersebut menghubungkan negara itu dengan Estonia, yang merupakan jaringan penting untuk komunikasi antar negara.

Dalam pernyataannya, polisi menyebutkan bahwa kapal tersebut diduga menurunkan rantai jangkarnya ke dasar laut. Kapal yang ditangkap dikenali sebagai Fitburg, sebuah kapal kargo yang berbendera Saint Vincent dan Grenadines. Komisaris Kepolisian Nasional Finlandia, Ilkka Koskimäki, mengatakan bahwa 14 anggota awak kapal telah ditahan. Mereka terdiri dari warga negara Rusia, Georgia, Kazakhstan, dan Azerbaijan.

Dugaan Adanya Sabotase

Beberapa tahun terakhir, insiden serupa semakin sering terjadi, memicu dugaan adanya tindakan sabotase. Hal ini membuat NATO meluncurkan proyek awal tahun ini yang bertujuan khusus untuk memperkuat perlindungan infrastruktur bawah laut. Menurut MarineTraffic, yang melacak pergerakan kapal, Fitburg berangkat dari pelabuhan St Petersburg di Rusia pada Selasa (30/12/2025) menuju Haifa di Israel.

Setelah kerusakan dilaporkan, pihak berwenang Finlandia memerintahkan kapal tersebut untuk berhenti dan mengangkat jangkarnya. Kemudian, mereka mengambil alih kendali kapal. Media Finlandia menyebutkan bahwa kapal tersebut disita oleh pasukan khusus polisi dan penjaga pantai dari helikopter.

Peningkatan Insiden Sejak 2023

Sejak 2023, setidaknya 10 kabel bawah laut telah putus atau rusak di Laut Baltik. Pejabat dari Skandinavia, negara-negara Baltik, dan Uni Eropa menuding Rusia di balik kejadian ini. Mereka mengatakan, insiden tersebut adalah bagian dari perang hibrida Kremlin terhadap Barat. Namun, Rusia secara konsisten membantah keterlibatannya. Meskipun demikian, beberapa kapal yang sebelumnya menyebabkan kerusakan pada infrastruktur bawah laut ditemukan memiliki hubungan dengan Rusia.

Tahun lalu, kabel listrik Laut Baltik dan beberapa kabel data rusak setelah sebuah kapal yang terdaftar di Kepulauan Cook menyeret jangkarnya melalui dasar laut sejauh lebih dari 50 mil. Para pejabat Finlandia dan Eropa mengatakan, kapal Eagle-S adalah bagian dari armada tanker bahan bakar bayangan Rusia.

Finlandia kemudian mendakwa beberapa anggota awaknya. Namun, pengadilan di Helsinki menolak kasus tersebut pada Oktober karena tidak memiliki yurisdiksi atas masalah tersebut.

Persiapan Menghadapi Tantangan Keamanan

Presiden Finlandia, Alexander Stubb, menyatakan bahwa pemerintah sedang memantau situasi dengan cermat dan siap menghadapi tantangan keamanan dalam berbagai bentuk. Pihak kepolisian menuturkan bahwa mereka sedang menyelidiki insiden tersebut sebagai percobaan perusakan properti dan gangguan berat terhadap telekomunikasi.

Kabel yang rusak tersebut menghubungkan ibu kota Finlandia, Helsinki, dengan ibu kota Estonia, Tallinn. Meskipun tingkat kerusakannya belum jelas, insiden ini cukup serius hingga terdeteksi oleh penyedia telekomunikasi Finlandia, Elisa, yang mengoperasikan jalur tersebut.

Perdana Menteri Finlandia, Petteri Orpo, mengatakan bahwa ia telah berbicara dengan Perdana Menteri Estonia, Kristen Michal tentang situasi tersebut. Sementara itu, Kementerian Kehakiman dan Urusan Digital Estonia menyatakan bahwa koneksi negara tersebut tetap didukung secara memadai melalui kabel laut dan darat lainnya, sehingga menjamin keberlangsungan semua layanan. Kementerian tersebut juga menyebutkan bahwa kabel kedua, milik perusahaan Swedia Arelion, juga mengalami kerusakan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan