Kapal WNA Spanyol Tenggelam di Labuan Bajo, Basarnas Perpanjang Pencarian Korban

Kapal WNA Spanyol Tenggelam di Labuan Bajo, Basarnas Perpanjang Pencarian Korban

Kapal yang Ditumpangi WNA Spanyol Tenggelam di Labuan Bajo, Basarnas Perpanjang Masa Pencarian

Pada Jumat, 26 Desember 2025 lalu, kapal KM Putri Sakinah yang ditumpangi tiga warga negara asing (WNA) asal Spanyol tenggelam di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kejadian tersebut memicu operasi pencarian dan pertolongan oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

Menanggapi kejadian tersebut, Basarnas resmi memperpanjang masa pencarian korban hingga Minggu, 4 Januari 2026. Perpanjangan ini dilakukan berdasarkan evaluasi bersama seluruh unsur Tim SAR Gabungan yang dilaksanakan pada Kamis, 1 Januari 2026.

“Per hari ini, proses pencarian diperpanjang selama tiga hari ke depan,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Fathur Rahman, pada Jumat, 2 Januari 2026.

Fathur menyatakan bahwa pihaknya tetap optimis dengan hasil yang akan dicapai dalam masa perpanjangan operasi SAR ini. “Kami tetap optimis, kerja keras seluruh unsur Tim SAR Gabungan dapat membuahkan hasil dalam masa perpanjangan operasi SAR ini,” katanya.

Dukungan dari Berbagai Pihak

Basarnas juga menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Spanyol melalui Duta Besar Spanyol untuk Indonesia. Selain itu, dukungan dan kehadiran pihak keluarga korban yang mendampingi Tim SAR Gabungan selama proses pencarian turut diapresiasi.

Dalam upaya pencarian, hingga pelaksanaan operasi SAR hari ketujuh pada Kamis, 1 Januari 2026, Tim SAR Gabungan telah mengerahkan sejumlah kapal untuk penyisiran di sepanjang area pencarian. Berikut adalah rincian peralatan dan sumber daya yang digunakan:

  • 13 kapal yang dikerahkan untuk penyisiran
  • Tim SAR Gabungan yang terdiri dari berbagai instansi dan organisasi
  • Alat komunikasi dan alat penyelam yang digunakan untuk mencari korban

Proses Pencarian yang Terus Berlangsung

Operasi pencarian dilakukan secara intensif dan terkoordinasi. Tim SAR Gabungan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan semua area yang kemungkinan menjadi lokasi korban telah disisir dengan baik.

Selama proses pencarian, petugas terus memantau kondisi cuaca dan arus laut untuk memastikan keselamatan para petugas. Meskipun situasi tidak sepenuhnya ideal, upaya pencarian tetap dilanjutkan karena masih ada harapan untuk menemukan korban.

Langkah-Langkah yang Dilakukan

Beberapa langkah penting yang dilakukan selama operasi pencarian antara lain:

  • Penyisiran area laut dengan menggunakan kapal dan perahu karet
  • Penggunaan alat deteksi benda di bawah air
  • Koordinasi dengan pihak berwenang setempat
  • Pemantauan kondisi cuaca dan arus laut

Komentar dari Pihak Terkait

Fathur Rahman menyatakan bahwa keputusan untuk memperpanjang operasi pencarian merupakan bentuk tanggung jawab dan komitmen Basarnas dalam menjaga keselamatan jiwa. Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan memberikan dukungan serta informasi yang diperlukan.

“Kami berharap masyarakat dapat membantu dengan memberikan informasi atau bantuan apa pun yang diperlukan dalam proses pencarian ini,” tambahnya.

Kesimpulan

Operasi pencarian korban kapal yang tenggelam di Labuan Bajo terus berlangsung dengan semangat dan komitmen tinggi dari seluruh pihak terkait. Meski tantangan tetap ada, Basarnas dan Tim SAR Gabungan tetap berupaya maksimal untuk menemukan korban dan memberikan kepastian bagi keluarga.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan