Kapolri Diapresiasi dalam Pemilu Prabowo-Gibran, Tapi Butuh Perubahan Budaya

Kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Dalam Mengawal Pemerintahan 2025

Sebagai seorang analis hukum dan politik, Boni Hargens menilai bahwa institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menunjukkan komitmen kuat dalam mengawal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sepanjang tahun 2025. Menurutnya, Polri berhasil menjalankan peran strategis dalam menjaga stabilitas keamanan nasional selama satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Peran tersebut dinilai krusial dalam memastikan agenda pemerintahan berjalan dengan aman dan kondusif. Boni menyatakan bahwa Polri telah mampu menjalankan perannya dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, menegakkan hukum berkeadilan, serta memberikan pelayanan publik yang humanis dan responsif kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Pendekatan Inovatif dalam Penegakan Hukum

Kepemimpinan Listyo Sigit dinilai ditandai dengan pendekatan inovatif dalam penegakan hukum, penguatan integritas institusi, serta komitmen membangun Polri yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Selama tahun 2025, Polri sukses mengamankan berbagai agenda nasional secara profesional dan terbuka. Penegakan hukum yang disiplin dan berkeadilan menjadi prioritas utama guna menjaga supremasi hukum di Indonesia.

Penguatan peran Polri dalam demokrasi hukum tercermin melalui pelayanan publik yang semakin humanis, responsif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. Boni juga menyoroti sejumlah capaian Polri sepanjang 2025, salah satunya adalah penurunan angka kriminalitas yang dinilai signifikan berkat strategi pencegahan yang efektif dan penegakan hukum yang konsisten.

Meningkatnya Kepercayaan Masyarakat

Tingkat kepercayaan masyarakat meningkat drastis melalui transparansi dan akuntabilitas pelayanan. Efektivitas penanganan perkara juga meningkat pesat dengan dukungan teknologi dan profesionalisme aparat. Selain itu, Polri dinilai aktif dan profesional dalam mendukung penanganan bencana di Sumatera. Jajaran Korps Bhayangkara dinilai sigap memastikan keselamatan warga serta membantu pemenuhan kebutuhan dasar korban bencana, mulai dari tempat tinggal hingga layanan kesehatan.

Pengamanan berbagai agenda nasional strategis juga dinilai berjalan sukses, menunjukkan koordinasi lintas instansi yang solid serta kesiapan operasional tinggi dari seluruh jajaran Polri.

Transformasi Budaya di Tahun 2026

Meski demikian, Boni menilai Polri masih membutuhkan transformasi budaya yang lebih mendalam pada 2026. Ia optimistis, Polri akan mengalami perubahan signifikan yang tidak hanya memperkuat kapasitas internal, tetapi juga mendukung agenda Asta Cita pemerintahan Prabowo-Gibran.

Transformasi ini mencerminkan kerja keras, disiplin tinggi, dan komitmen reformasi diri yang kokoh dalam melaksanakan peran Polri sebagai penjaga demokrasi dan supremasi hukum.

Rekomendasi untuk Reformasi Internal

Lebih lanjut, Boni menekankan bahwa reformasi internal yang berkelanjutan dan terstruktur diharapkan menghasilkan Polri yang tidak hanya modern secara teknologi, tetapi juga memiliki perubahan mindset, budaya kerja, dan nilai organisasi yang lebih kuat. Transparansi, akuntabilitas, serta orientasi kuat pada pelayanan publik harus menjadi DNA Polri di tahun 2026.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan