Kapolri Sigit Tekankan Sinergisitas dalam Operasi Lilin 2025 Nataru, Amankan 44 Ribu Objek

Kapolri Sigit Tekankan Sinergisitas dalam Operasi Lilin 2025 Nataru, Amankan 44 Ribu Objek

Kesiapan Pengamanan dan Pelayanan Masyarakat dalam Perayaan Nataru

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hadir dalam rapat koordinasi lintas sektoral terkait kesiapan pengamanan dan pelayanan masyarakat menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Dalam acara tersebut, Sigit menekankan pentingnya sinergisitas dan kolaborasi antar stakeholder untuk memastikan pengamanan dan pelayanan yang optimal.

Menurut Sigit, sinergisitas adalah kunci keberhasilan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat saat merayakan Nataru. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama dari pusat hingga daerah, sehingga diperlukan komitmen bersama untuk memberikan pelayanan terbaik.

Beberapa titik yang memiliki kerawanan tinggi akan dijaga oleh personel kepolisian. Di wilayah-wilayah yang berpotensi atau sudah mengalami bencana seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, kesiapan khusus diperlukan. Sigit menyarankan agar rekan-rekan di Sumatera belajar dari pengalaman sebelumnya dan mempersiapkan diri dengan lebih baik.

Untuk memastikan pengamanan dan pelayanan, Polri melaksanakan Operasi Lilin 2025, yang bekerja sama dengan TNI, kementerian/lembaga, dan pihak terkait lainnya. Operasi ini berlangsung selama 14 hari, mulai dari 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, dan melibatkan 146.701 personel gabungan.

Personel yang terlibat terdiri dari: - 77.637 dari Polri - 13.775 dari TNI - 55.289 dari stakeholder terkait, termasuk: * Pol PP * Perhubungan * Linmas * Dinkes * Pramuka * Senkom * Pertamina * Ormas * Orari * Basarnas * Jasa Raharja * PLN * ASDP/APDEL dan Organda * Angkasa Pura * Pelindo * Damkar * Seluruh kementerian terkait lainnya

Dalam operasi ini, Polri juga menyiapkan posko pengamanan, pelayanan, dan terpadu. Ada 44.436 objek pengamanan yang mencakup gereja, pusat belanja, terminal, stasiun kereta api, pelabuhan, bandara, objek wisata, dan objek perayaan.

Pos-pemantauan (pospam) disiapkan di lokasi-lokasi ibadah dan tempat wisata untuk mengatur kegiatan sekitar, termasuk patroli dan kunjungan ke lokasi wisata. Terdapat juga 763 pos pelayanan yang bisa digunakan sebagai tempat istirahat sementara bagi pengendara, terutama di jalur arus mudik dan balik.

Selain itu, ada layanan kesehatan, rekayasa lalu lintas, dan 333 pos terpadu yang menjadi pusat komando dan kendali operasi. Pos-pos ini melibatkan seluruh stakeholder terkait.

Sigit juga meminta seluruh jajaran dan stakeholder untuk terus memantau ramalan cuaca dan imbauan dari BMKG selama masa Nataru. Objek wisata menjadi atensi utama, sehingga diperlukan kerja sama dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait untuk memberikan informasi dan larangan jika diperlukan.

Rapat lintas sektoral ini juga membahas kesiapan penerapan rekayasa lalu lintas selama arus mudik dan balik Nataru. Polri telah menyiapkan strategi untuk mencegah kemacetan arus lalu lintas.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan