Kapolsek Weliman IPDA Fridus: Tidak Pernah Biarkan Perjudian

Kapolsek Weliman IPDA Fridus: Tidak Pernah Biarkan Perjudian

Klarifikasi Kapolsek Weliman Mengenai Isu Perjudian

Kapolsek Weliman, Wilayah Hukum Polres Malaka, Ipda Fridus Bere memberikan penjelasan terkait isu yang beredar mengenai praktik perjudian yang merajalela di Kecamatan Weliman. Ia menegaskan bahwa jajarannya tidak membiarkan aktivitas tersebut berlangsung.

Penjelasan Kapolsek tentang Imbauan untuk Tidak Berjudi

Ipda Fridus Bere menyatakan bahwa selama ini pihaknya selalu memberikan imbauan kepada warga untuk tidak melakukan praktik perjudian karena dapat menyebabkan kesengsaraan dalam kehidupan rumah tangga. Hal ini disampaikan saat ia berkomunikasi dengan nurulamin.pro dari Malaka pada Sabtu (3/1/2026) petang.

Menurut mantan Kapospol Motamasin ini, kasus tawuran antar kelompok warga Pasar Mingguan Besitaek, Desa Umalawain, Kecamatan Weliman, pada Rabu (31/12/2025) lalu dijustifikasi oleh oknum tertentu karena perjudian. Kejadian ini masih dalam proses penyelidikan dan warga diharapkan menunggu adanya kepastian dari proses hukum yang sedang berjalan.

Klarifikasi Terkait Isu Perjudian

Ipda Fridus Bere juga menyampaikan bahwa dalam beberapa hari terakhir, dirinya dan anggota Polsek Weliman dibuat viral oleh oknum tertentu yang tidak bertanggung jawab, yang menyatakan bahwa pihaknya membiarkan praktik perjudian. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.

“Bagaimana saya membiarkan adanya praktik perjudian sementara saya adalah sosok yang dikenal sebagai anggota polisi berprestasi. Saya pernah 2 kali menerima penghargaan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit. Tidak disitu saja tapi pernah terima penghargaan internasional dari Presiden Ramos Horta karena berjiwa kemanusiaan tinggi,” ujarnya.

Menurutnya, atas prestasi yang diraih, dirinya tidak ingin nama tercemar dengan adanya upaya melindungi praktik-praktik perjudian apapun bentuknya merajalela di Kecamatan Weliman.

Permintaan untuk Tidak Mudah Percaya Informasi

Ia meminta warga di Kecamatan Weliman untuk tidak langsung mempercayai informasi dari pihak-pihak tertentu yang ingin membenturkan aparat Polri dengan warga. Ia juga meminta kerjasama harmonis yang sudah dijalankan bersama-sama antara jajaran kepolisian, TNI, jajaran kecamatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan pemerintah desa tetap dipertahankan.

Semua elemen diharapkan menyampaikan pesan moral kepada warga khususnya di Kecamatan Weliman untuk sama-sama memberantas praktik perjudian yang dapat mengganggu kamtibmas.

Penanganan Kasus Tawuran di Pasar Mingguan Besitaek

Sebelumnya, jajaran Polres Malaka bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat yang masuk melalui layanan Call Center 110 terkait gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) berupa perkelahian antar kelompok pemuda di Pasar Mingguan Besitaek, Desa Umalawain, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka, Rabu (31/12/2025).

Kapolres Malaka AKBP Riki Ganjar Gumilar, S.I.K., M.M., memimpin langsung personel kepolisian turun ke lokasi kejadian. Kehadiran aparat bertujuan untuk mengamankan situasi, mencegah eskalasi konflik yang lebih luas, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat yang beraktivitas di sekitar pasar.

Penyebab dan Korban dari Bentrokan

Berdasarkan hasil pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) yang dilakukan oleh Unit IV Sat Intelkam Polres Malaka, bentrokan tersebut melibatkan dua kelompok pemuda, masing-masing berasal dari Desa Lorotolus, Kecamatan Wewiku, dan Desa Umalawain, Kecamatan Weliman.

Dalam peristiwa tersebut, tiga orang warga Desa Lorotolus menjadi korban penganiayaan. Salah satu korban, atas nama Yulianus Bere alias Cinta, dinyatakan meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan medis.

Langkah yang Diambil oleh Polres Malaka

Insiden bermula dari adanya penyerangan terhadap salah seorang warga Dusun Lakulo, Desa Umalawain. Kejadian itu kemudian memicu aksi balasan dari warga sekitar, sehingga situasi berkembang menjadi aksi saling serang antar kelompok. Selain menimbulkan korban luka dan korban jiwa, bentrokan tersebut juga mengakibatkan perusakan sejumlah fasilitas dan barang milik warga.

Untuk mengendalikan keadaan, Polres Malaka segera mengambil langkah-langkah cepat dengan mendatangi dan mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), melakukan penyekatan di sejumlah titik rawan, serta memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar menahan diri dan kembali ke rumah masing-masing. Upaya tersebut dilakukan guna mencegah terjadinya konflik lanjutan dan aksi balasan antar warga.

Pernyataan Kapolres Malaka

Situasi saat ini sudah berhasil dikendalikan. Kapolres Malaka mengimbau seluruh masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian.

Selain pengamanan di lapangan, aparat kepolisian juga terus melakukan pendalaman terhadap para terduga pelaku pengeroyokan dan pengrusakan melalui kegiatan penyelidikan intensif serta pengumpulan keterangan dari saksi-saksi.

AKBP Riki Ganjar Gumilar juga menegaskan bahwa proses penegakan hukum akan dilakukan secara profesional, transparan, dan berkeadilan sebagai bentuk kepastian hukum sekaligus upaya menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten Malaka.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan pemuda untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas, mengedepankan penyelesaian secara damai, serta tidak mengulangi peristiwa serupa yang dapat merugikan banyak pihak.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan