Karakter One Piece Pernah Membebaskan Tawanan di Mary Geoise

Kehidupan di Mary Geoise

Mary Geoise adalah tempat yang terkenal dengan kehidupan yang sangat berbeda antara para Bangsawan Dunia dan warga sipil. Bagi para bangsawan, Mary Geoise adalah surga yang penuh dengan makanan dan hiburan. Namun, bagi warga sipil, tempat ini justru menjadi neraka. Mereka dibawa ke sana hanya untuk menjadi budak dan menghadapi penderitaan tanpa akhir.

Perbudakan di Mary Geoise merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia yang sangat serius. Tidak mengherankan jika ada banyak orang yang tidak tahan dengan sikap para Bangsawan Dunia dan memutuskan untuk melakukan pemberontakan. Dalam sejarah Mary Geoise, beberapa karakter dari serial One Piece pernah melakukan aksi membebaskan para budak. Siapa saja mereka? Berikut penjelasannya.

Fisher Tiger: Pembebas Budak yang Berani

Fisher Tiger adalah salah satu tokoh yang dikenal sebagai pembebas budak di Mary Geoise. Sebelum menjadi kapten Bajak Laut Matahari, Tiger pernah menjadi budak di sana. Suatu hari, ia berhasil melarikan diri dan kembali ke pulau asalnya. Meski telah selamat, Tiger merasa bersalah karena meninggalkan para budak lainnya.

Akhirnya, Tiger memutuskan kembali ke Mary Geoise. Ia memanjat Red Line hanya dengan tangan kosong dan menyebabkan kekacauan besar. Selama kekacauan tersebut, banyak budak berhasil dibebaskan. Tiger tidak memandang ras atau latar belakang para budak yang ia bebaskan. Dari sekian banyak yang ia bebaskan, termasuk Boa Hancock dan Koala.

Shanks: Bantuan Tak Langsung dalam Pembebasan

Shanks tidak pernah melakukan serangan langsung ke Mary Geoise, tetapi ia tetap terlibat dalam serangan yang dilakukan oleh Fisher Tiger. Saat itu, Shanks sedang berada di Mary Geoise sebagai Pedang Dewa yang akan dipromosikan menjadi Kesatria Dewa.

Selama kekacauan, Shanks menghadang Tiger. Tujuan Shanks bukan untuk membunuh, melainkan untuk membantu. Ia membobol gudang senjata di Mary Geoise untuk mendukung serangan Tiger. Meski begitu, Shanks tidak benar-benar ingin menjadi Kesatria Dewa. Tampaknya, alasan utamanya kembali ke Mary Geoise adalah untuk mencari informasi rahasia.

Pasukan Revolusioner: Serangan Besar pada Reverie

Pada acara Reverie yang digelar setiap 4 tahun sekali, Pasukan Revolusioner membuat gebrakan besar dengan menyerang Mary Geoise. Dengan dipimpin oleh Sabo, serangan ini bertujuan untuk menghancurkan gudang makanan Bangsawan Dunia, membakar bendera mereka sebagai deklarasi perang, membebaskan para budak, dan menyelamatkan Bartholomew Kuma.

Serangan ini cukup sukses. Pasukan Revolusioner berhasil membuat para Bangsawan Dunia panik karena kehilangan stok makanan. Mereka juga berhasil membawa Kuma kembali dan membebaskan banyak budak. Di tengah kekacauan, Sabo mendapatkan informasi penting tentang Im, yang kemudian menjadi dasar bagi perlawanan Pasukan Revolusioner.

Fujitora: Laksamana yang Tidak Menyukai Bangsawan Dunia

Fujitora adalah salah satu tokoh yang cukup aneh dalam daftar ini. Sebagai seorang Laksamana, ia seharusnya melindungi Bangsawan Dunia selama Reverie berlangsung. Namun, apa yang ia lakukan justru sebaliknya. Ketika Pasukan Revolusioner menyerang, Fujitora justru membantu mereka dalam membebaskan para budak.

Meskipun tindakan ini bisa membuat Bangsawan Dunia marah, Fujitora tampak tidak takut kehilangan jabatannya. Ia lebih memilih menjalankan tindakan yang benar daripada mematuhi aturan yang tidak adil.

Kesimpulan

Dunia One Piece membutuhkan orang-orang seperti Fisher Tiger, Shanks, Pasukan Revolusioner, dan Fujitora yang berpihak pada kemanusiaan. Jika semua orang diam, Bangsawan Dunia akan semakin bebas dalam melakukan kejahatan mereka. Aksi-aksi mereka memberikan harapan bahwa perubahan bisa terjadi.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan