Kasus Keracunan MBG di Sentolo, BGN DIY Hentikan Operasional SPPG

Dugaan Keracunan Makanan di Wilayah Sentolo, Kulon Progo

Sebuah dugaan keracunan makanan yang diduga berasal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan terjadi di wilayah Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo. Kejadian ini menimpa sejumlah penerima manfaat program tersebut, termasuk pelajar dan guru. Badan Gizi Nasional (BGN) Regional DIY segera mengambil langkah tegas untuk menangani situasi ini.

Langkah Tegas BGN

Koordinator Regional BGN DIY, Wirandita Gagat Widyatmoko, menyampaikan bahwa berdasarkan informasi awal, kejadian ini menunjukkan gejala ringan hingga sedang. Hingga Selasa pagi (21/1/2026), data sementara mencatat 12 orang menjalani perawatan inap dan 90 orang merasakan gejala ringan.

“Seluruh perkembangan terus dipantau secara intensif melalui koordinasi dengan fasilitas layanan kesehatan dan pihak terkait,” ujarnya.

Berdasarkan laporan tersebut, BGN telah menghentikan sementara operasional SPPG Kaliagung sebagai bentuk tanggung jawab dan langkah preventif. Selain itu, BGN Regional DIY juga berkoordinasi dengan BGN Pusat serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo melalui koordinator wilayah (korwil) guna memastikan penanganan kejadian berjalan terpadu, cepat, dan sesuai kewenangan masing-masing.

“BGN berkomitmen penuh untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program MBG di SPPG Kaliagung. Kejadian seperti ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. SPPG pasti akan dievaluasi secara serius sesuai dengan ketentuan dan standar yang berlaku,” tegasnya.

Evaluasi Menyeluruh

Proses evaluasi ke depan akan mencakup seluruh aspek pelaksanaan, mulai dari penerapan standar operasional prosedur, pengelolaan pangan, hingga sistem pengawasan. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penentuan langkah lanjutan sebelum operasional SPPG dapat kembali dijalankan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan kejadian ini kepada pihak berwenang. Keselamatan dan kesehatan penerima manfaat merupakan prioritas utama dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis,” pungkasnya.

Laporan dari Sekretaris Disdikpora Kulon Progo

Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo, Nur Hadiyanto, membenarkan adanya kasus keracungan diduga akibat mengonsumsi makanan dari MBG. Awalnya, pihaknya menerima laporan gejala keracunan sekitar pukul 16.30 WIB, Selasa (20/01/2026) kemarin.

Hingga pukul 06.34 WIB, Rabu pagi, tercatat sebanyak 87 orang yang mengalami keracunan, baik pelajar maupun guru. Nur Hadi mengatakan hingga kini pendataan masih terus dilakukan, termasuk berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Dinas Kesehatan (Dinkes). Sebab jumlah korban keracunan masih bisa terus bertambah.

“Nanti kami akan melakukan pendataan secara detail, seperti nama pelajar, alamat, sekolahnya, gejalanya, hingga dirawat di sana,” jelasnya.

Tujuh Sekolah Terlibat

Berdasarkan data yang diberikan, 87 orang tersebut sempat dirawat di 4 fasilitas kesehatan (faskes). Meliputi Puskesmas Sentolo 1, Klinik Pengasih Husada, RSUD Nyi Ageng Serang Sentolo, dan RS Queen Latifa Sentolo. 87 orang ini berasal dari 7 sekolah di wilayah Sentolo, meliputi 83 pelajar dan 4 guru. Total ada sebanyak 18 orang yang sempat menjalani rawat inap pada Senin kemarin.

“Hari ini sebagian pelajar yang bergejala keracunan sudah masuk sekolah lagi,” ungkap Nur Hadi.

Adapun keracunan kali ini merupakan yang ketiga terjadi di Kulon Progo. Terakhir terjadi di wilayah Kapanewon Wates pada Juli 2025 dengan lebih dari 400 pelajar yang mengalami gejala keracunan.

Korban Terbanyak di SDN 2 Sentolo

Salah satu sekolah dengan korban keracunan terbanyak adalah Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Sentolo. Kepala SDN 2 Sentolo, Suryadi, mengungkapkan ada 21 pelajar yang mengalami gejala keracunan.

“Sebanyak 13 anak masih izin masuk sekolah, sekarang istirahat di rumah,” katanya.

Suryadi menerima laporan pelajarnya mengalami gejala keracunan sekitar pukul 17.15 WIB, Selasa. Informasi didapat dari orang tua pelajar yang menyampaikannya lewat grup percakapan WhatsApp. Pelajar tersebut dilaporkan mengalami muntah-muntah dan langsung dirujuk ke Puskesmas Sentolo I. Pihaknya pun langsung berkoordinasi dengan Puskesmas Sentolo I hingga para orang tua pelajar.

“Jumlah yang bergejala terus bertambah sampai pukul 21.00 WIB, kebanyakan sempat dirawat di Puskesmas,” jelas Suryadi.

Sanksi Tegas dari BGN

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memastikan akan memberikan sanksi tegas terhadap Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) yang terlibat dalam kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Untuk seluruh SPPG yang mengalami kejadian (keracunan MBG), setop operasi,” kata Dadan setelah rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Selasa (20/1/2026).

Dadan menekankan bahwa sanksi akan diperberat jika ditemukan adanya pelanggaran fatal terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP). Selain pembekuan operasi dalam waktu yang lebih lama, pihak BGN juga akan menyetop pemberian insentif sampai perbaikan dilakukan secara menyeluruh.

“Dan bahkan kalau kita menemukan ada pelanggaran yang fatal, kita setop agak lama dan juga tidak kita berikan insentif sampai dia memperbaiki diri,” ujarnya.

Dadan menyesalkan masih adanya insiden keracunan MBG, meskipun tren kasus tersebut sempat mengalami penurunan.

“Ya yang memang kita sesalkan ya masih ada kejadian. Kan sebetulnya trennya sudah menurun ya sampai di akhir Desember (2025) itu sisa 12,” ucapnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan