Kasus KM Putri Sakinah Masuk Tahap Kritis, Polisi Siapkan Gelar Perkara dan Tersangka

Kasus KM Putri Sakinah Masuk Tahap Kritis, Polisi Siapkan Gelar Perkara dan Tersangka

Proses Penyidikan Kasus KM Putri Sakinah Memasuki Fase Kritis

Penanganan kasus tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Selat Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, memasuki tahap yang sangat penting. Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur melalui Polres Manggarai Barat terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan laut yang menewaskan banyak korban.

Saat ini, penyidikan sedang berada pada tahap analisis dan evaluasi (anev) untuk memastikan apakah ada unsur pidana dalam insiden tersebut. Pihak kepolisian mengklaim bahwa pengumpulan alat bukti hampir selesai dan gelar perkara sedang disiapkan.

Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa penyidik Satreskrim dan Satpolairud telah memeriksa sejumlah saksi kunci, termasuk awak kapal dan pihak yang terlibat langsung dalam operasional pelayaran wisata.

“Penyidikan difokuskan pada dugaan kelalaian yang mengakibatkan orang meninggal dunia. Sejumlah alat bukti dan dokumen pendukung sudah dikumpulkan,” ujar Kombes Pol Henry, Jumat (2/1/2026).

Menurutnya, pemeriksaan dilakukan untuk mengurai tanggung jawab masing-masing pihak, mulai dari pengendalian kapal, kondisi teknis, hingga penerapan prosedur keselamatan saat pelayaran dan kondisi darurat.

Selain keterangan saksi, penyidik juga telah mengantongi barang bukti yang akan dianalisis secara menyeluruh sebagai dasar penetapan status hukum. “Penetapan tersangka akan dilakukan setelah seluruh alat bukti dinyatakan cukup dan melalui mekanisme gelar perkara,” tegasnya.

Pada Jumat (2/1/2026), penyidik dijadwalkan melakukan pemeriksaan lanjutan serta penyitaan dokumen kapal sebagai bagian dari kelengkapan berkas perkara. Langkah ini menjadi penentu arah penanganan hukum kasus yang menyita perhatian publik nasional tersebut.

Polda NTT menegaskan, proses penegakan hukum ini tidak hanya bertujuan memberikan keadilan bagi korban dan keluarga, tetapi juga menjadi peringatan keras bagi pelaku usaha wisata bahari agar mematuhi standar keselamatan pelayaran.

“Keselamatan adalah prioritas utama. Kasus ini harus menjadi pembelajaran agar kejadian serupa tidak terulang di destinasi wisata unggulan nasional,” tutup Henry.

Langkah-Langkah Penyidikan yang Dilakukan

  • Penyidik Satreskrim dan Satpolairud telah memeriksa sejumlah saksi kunci, termasuk awak kapal dan pihak yang terlibat langsung dalam operasional pelayaran wisata.
  • Pengumpulan alat bukti dan dokumen pendukung telah selesai.
  • Analisis dan evaluasi (anev) dilakukan untuk memastikan apakah ada unsur pidana dalam insiden tersebut.
  • Penyidik juga mengantongi barang bukti yang akan dianalisis secara menyeluruh sebagai dasar penetapan status hukum.
  • Pemeriksaan lanjutan dan penyitaan dokumen kapal dijadwalkan dilakukan sebagai bagian dari kelengkapan berkas perkara.

Pentingnya Keselamatan dalam Pelayaran Wisata

  • Keselamatan merupakan prioritas utama dalam pelayaran wisata.
  • Kasus KM Putri Sakinah menjadi pembelajaran bagi pelaku usaha wisata bahari untuk mematuhi standar keselamatan pelayaran.
  • Kejadian serupa tidak boleh terulang di destinasi wisata unggulan nasional.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan