Kawasan Tanjung Laut Segera Ditata, Warga Akan Direlokasi Akibat Banjir Rob

Kawasan Tanjung Laut Segera Ditata, Warga Akan Direlokasi Akibat Banjir Rob

Bupati Bangka Barat Berencana Merelokasi Warga di Tanjung Laut

Bupati Kabupaten Bangka Barat, Markus, mengungkapkan rencana untuk merelokasi warga yang tinggal di kawasan Tanjung Laut, Kecamatan Mentok. Daerah ini sering terdampak banjir rob setiap akhir tahun, sehingga pemerintah daerah berupaya mencari solusi jangka panjang.

Menurut Markus, kampung Tanjung Laut membutuhkan penataan ulang. Hal ini dilakukan karena daerah tersebut menjadi salah satu lokasi yang sering terkena banjir rob. Ia menjelaskan bahwa saat ini Pemkab Babar sedang melakukan kajian terkait rencana penanganan kawasan tersebut.

Kita perlu menata kembali kampung Tanjung Laut. Karena kita tahu, daerah ini sering terkena banjir rob, ujar Markus kepada wartawan, Sabtu (13/12/2025).

Markus juga menyampaikan bahwa pihaknya telah mengajukan usulan ke pemerintah pusat terkait langkah-langkah penanganan daerah rawan banjir. Ia berharap usulan tersebut dapat disetujui agar pengelolaan kawasan lebih baik dan efektif.

Kita mengusulkan ke pemerintah pusat, semoga bisa disetujui. Selain itu, kita juga mengusulkan pembuatan embung dan untuk kepentingan PDAM. Berharap bisa dibantu oleh pemerintah pusat, tambahnya.

Ia menegaskan bahwa penanganan banjir di wilayah Mentok dan Parittiga tidak hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pasalnya, anggaran daerah memiliki keterbatasan, sehingga diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat.

Kalau hanya mengandalkan APBD, tidak akan sanggup. Kita harus bekerja sama agar penanganannya benar-benar bisa membantu masyarakat, terutama di Mentok dan Parittiga yang membutuhkan perhatian khusus, kata Markus.

Daerah Rawan Banjir dan Langkah Penanganan

Wilayah Mentok dan Parittiga memang menjadi daerah rawan banjir, terutama di kawasan pesisir yang memiliki kontur wilayah yang relatif rendah. Hal ini membuat daerah tersebut rentan terhadap banjir rob yang sering terjadi setiap akhir tahun.

Terkait kemungkinan relokasi warga, Markus menyebut bahwa hal tersebut masih menjadi salah satu opsi. Namun, rencana ini belum menjadi keputusan final. Ia menekankan bahwa semua opsi harus dikaji secara matang sebelum diambil keputusan.

Relokasi itu kita lihat nanti, itu salah satu opsi. Akan tetapi semua harus dikaji lebih matang karena kondisi wilayah ini memang agak rendah, katanya.

Markus menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk terus melakukan kajian dan langkah antisipasi agar kejadian banjir tidak terus berulang serta tidak menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.

Upaya Kolaborasi dalam Penanganan Banjir

Dalam upaya menangani banjir, pemerintah daerah berusaha untuk bekerja sama dengan berbagai pihak. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pengajuan usulan ke pemerintah pusat. Dengan adanya kolaborasi, diharapkan penanganan banjir dapat dilakukan secara maksimal dan berkelanjutan.

Selain itu, Markus juga menyoroti pentingnya pembuatan embung sebagai salah satu bentuk mitigasi banjir. Embung ini diharapkan dapat membantu mengurangi risiko banjir dan mendukung kebutuhan air bersih masyarakat melalui PDAM.

Pemkab Babar terus berupaya mencari solusi terbaik untuk masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir. Dengan pendekatan yang holistik dan kolaboratif, diharapkan kejadian banjir tidak lagi menjadi ancaman yang sering terjadi.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan