Kayutangan Malang Penuh Saat Tahun Baru 2026, Lalu Lintas Macet

Perayaan Tahun Baru 2026 di Kayutangan Heritage Malang

Kawasan Kayutangan Heritage di Kota Malang, Jawa Timur, menjadi pusat perhatian masyarakat dan wisatawan saat momen malam Tahun Baru 2026. Kepadatan terjadi karena ribuan orang memadati lokasi tersebut untuk menyambut tahun baru. Meskipun tidak ada agenda khusus seperti pertunjukan kembang api, kehadiran masyarakat tetap luar biasa.

Berdasarkan pantauan di lapangan, beberapa ruas jalan utama seperti Jalan Jenderal Basuki Rahmat, Jalan Semeru, dan Jalan Kahuripan menjadi titik paling parah. Antrean kendaraan mengular dari berbagai arah sejak sekitar pukul 00.00 WIB. Kemacetan tak terhindarkan akibat jumlah masyarakat yang berkumpul di kawasan tersebut.

Jalan Kahuripan, salah satu akses utama menuju Kayutangan Heritage, nyaris tak bergerak selama sekitar 30 menit. Kendaraan roda dua dan roda empat saling berebut ruang. Di sisi lain, pejalan kaki juga memadati trotoar hingga badan jalan, sehingga memperparah kepadatan lalu lintas.

Salah satu pengendara, Indah Mardiatin, mengaku terjebak kemacetan cukup lama saat melintas di kawasan Kayutangan menuju Jalan Kahuripan. Ia menjelaskan bahwa perjalanan dari Kayutangan ke arah Pasar Klojen memakan waktu lebih dari 30 menit. Macet cukup parah di area Jalan Jenderal Basuki Rahmat ke arah Jalan Kahuripan. Karena jalan satu arah, ia tidak bisa putar balik.

Pengamanan Lalu Lintas di Titik Rawan

Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Rusdiyanto, menjelaskan bahwa sebanyak kurang lebih 500 personel gabungan dari unsur TNI dan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dikerahkan di titik rawan macet. Beberapa kawasan yang menjadi fokus pengamanan antara lain Kayutangan Heritage, Balai Kota Malang, Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Ijen, Stasiun Kota Baru Malang, kawasan Dinoyo hingga Tlogomas, serta wilayah perbatasan dengan Kota Batu.

“Alhamdulillah kondisi lalu lintas cukup kondusif. Kami siagakan di beberapa titik termasuk Kayutangan. Ada antrean tapi masih aman. Kami siagakan petugas di sana juga,” kata Yudi.

Penanganan oleh Pemerintah Daerah

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyatakan bahwa kawasan Kayutangan Heritage menjadi atensi utama pemerintah daerah saat malam pergantian tahun. Hal ini lantaran tingginya konsentrasi wisatawan yang terpusat di ikon wisata Kota Malang tersebut.

“Kayutangan memang padat, kunjungan wisatawan cukup banyak. Mereka berasal dari luar kota. Tapi alhamdulillah sampai saat ini masih terkendali semua,” ujar Wahyu.

Ia juga mengimbau masyarakat agar mengisi malam pergantian tahun dengan kegiatan positif. Selain itu, masyarakat diminta tidak melakukan konvoi kendaraan yang berpotensi menimbulkan gangguan lalu lintas dan keamanan.

“Kami himbau tidak perlu ada konvoi. Kalau tidak diperlukan keluar rumah, lebih baik menyambut tahun baru dengan berkegiatan di dalam rumah bersama keluarga,” terang Wahyu.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan