Kebakaran di Bone Capai 80 Kasus, Tiga Rumah Ludes Awal 2026

Kebakaran di Bone Capai 80 Kasus, Tiga Rumah Ludes Awal 2026

Penurunan Kasus Kebakaran di Kabupaten Bone

Kasus kebakaran di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, mengalami penurunan dari 115 kasus pada tahun 2024 menjadi 80 kasus pada 2025. Angka ini menunjukkan adanya perbaikan dalam pencegahan kebakaran, meskipun sebagian besar kejadian masih terjadi di kawasan permukiman warga.

Menurut data yang dikeluarkan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bone, jumlah kebakaran selama tahun 2025 mencapai 80 kasus. Penurunan ini dinilai cukup signifikan, meski masih ada risiko kebakaran yang berasal dari berbagai sumber.

Kepala Bidang Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bone, Pamiluddin, menyampaikan bahwa objek yang paling sering terbakar adalah rumah tinggal. Ia menjelaskan bahwa selama tahun 2025 tercatat 80 kasus kebakaran, dengan kebakaran rumah warga menjadi penyebab utama.

Nilai kerugian material akibat kebakaran pada 2025 ditaksir mencapai sekitar Rp6,7 miliar. Sementara itu, penyebab terbesar kebakaran masih didominasi oleh korsleting atau arus pendek listrik. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan peralatan listrik yang tidak aman masih menjadi ancaman utama.

Meski angka kebakaran menurun dibanding tahun sebelumnya, Pamiluddin menegaskan perlunya peningkatan kewaspadaan masyarakat, khususnya saat menggunakan peralatan listrik sehari-hari. Masyarakat diminta untuk lebih hati-hati dan rutin memeriksa instalasi listrik agar tidak terjadi korsleting yang bisa memicu kebakaran.

Tiga Rumah Hangus di Bengo Awal Tahun 2026

Pada awal tahun 2026, tiga unit rumah warga di Dusun Lalebata, Desa Mt. Puli, Kecamatan Bengo, ludes terbakar pada Jumat (2/1/2026) sore. Kejadian ini menimpa tiga keluarga yang tinggal di wilayah tersebut, yaitu Sitti Rabiah Amir (52), Syahruddin (51) yang merupakan Sekcam Amali, serta Kamaruddin (56) yang berprofesi sebagai petani.

Menurut informasi yang diperoleh dari Kasi Humas Polres Bone, Iptu Rayendra, kebakaran tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, Kamaruddin mengalami kerugian tambahan berupa satu unit sepeda motor dan uang tunai sebesar Rp50 juta. Total kerugian keseluruhan dari kejadian tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp500 juta.

Kronologi Kebakaran di Bengo

Kebakaran bermula saat salah satu korban yang berada di lantai dua rumah melihat api muncul dari bagian instalasi listrik dan membakar gorden. Api kemudian merambat ke plafon hingga menyebar ke dua rumah lainnya.

Warga bersama personel Polsek Bengo dan Koramil Lappariaja sempat melakukan pemadaman manual sebelum empat unit mobil pemadam dari Ulaweng, Amali, dan Lappariaja tiba di lokasi. Petugas langsung mendatangi lokasi dan melakukan upaya pemadaman bersama warga. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.30 Wita, dan situasi sudah aman dan kondusif.

Dari hasil pemeriksaan awal, penyebab kebakaran sementara diduga akibat korsleting listrik pada instalasi rumah. Hal ini menunjukkan bahwa masalah instalasi listrik tetap menjadi faktor utama dalam kejadian kebakaran.

Imbauan Polisi untuk Masyarakat

Polisi mengimbau masyarakat waspada terhadap penggunaan peralatan listrik di rumah. Masyarakat diminta rutin memeriksa kabel, colokan, serta instalasi listrik yang sudah tua untuk menghindari korsleting listrik. Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, diharapkan jumlah kebakaran dapat terus diminimalisir.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan