Kebakaran Kantor Terra Drone, Anggota DPR Ingatkan K3 untuk Semua Perusahaan


JAKARTA, berita
Anggota Komisi IX DPR Neng Eem Marhamah Zulfa menyoroti pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam setiap perusahaan. Ia menilai bahwa kasus kebakaran yang terjadi di Kantor Terra Drone harus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh perusahaan untuk menjadikan K3 sebagai prioritas utama.

"Keselamatan kerja bukan sekadar formalitas. Perusahaan wajib menyediakan kantor yang aman, sarana evakuasi memadai, serta memastikan seluruh pekerja memahami risiko yang ada. Kasus Terra Drone ini memperlihatkan kelalaian besar dan lemahnya perlindungan pekerja," ujar Neng Eem dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/12/2025).

Dalam kasus kebakaran Gedung Terra Drone, ia menyorot temuan yang menunjukkan bahwa hanya terdapat satu pintu evakuasi di lantai satu. Hal tersebut menyebabkan banyak pekerja terjebak karena hanya terdapat satu akses pintu keluar. Selain itu, ia mengingatkan banyak perusahaan untuk memperhatikan instalasi listrik yang berisiko korsleting hingga jalur evakuasi.

"Setiap tempat kerja punya risiko kecelakaan masing-masing. Pekerja harus dibekali pengetahuan K3, dan pengusaha wajib menyediakan sarana keselamatan sesuai standar. Tragedi ini terjadi karena kelalaian yang seharusnya dapat dicegah," ujar Neng Eem.

Ia juga menegaskan bahwa aparat penegak hukum harus mengusut tuntas penyebab kebakaran yang terjadi di Gedung Terra Drone. Termasuk mengusut dugaan pelanggaran standar keselamatan oleh perusahaan maupun pengelola gedung.

"Kita tidak boleh membiarkan tragedi sebesar ini terulang. Negara wajib memastikan setiap pekerja, terutama perempuan, bekerja di tempat yang aman dan layak," ujar Neng Eem.

22 Orang Meninggal Dunia

Diketahui, sebanyak 22 korban tewas dalam kebakaran Gedung Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat telah teridentifikasi, Rabu (10/12/2025). "Jadi tahap satu kemarin malam ada 3 jenazah, tahap dua tadi pagi ada 7 jenazah, dan untuk sore ini ada 12 jenazah, jadi totalnya 22 jenazah," jelas Kepala Rumah Sakit Polri, Brigjen Pol Prima Heru, dalam konferensi pers hasil identifikasi korban kebakaran Terra Drone, Rabu.

Sementara itu, Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menyebutkan bahwa gedung perkantoran itu difungsikan sebagai gudang sekaligus tempat servis drone berukuran besar. "Karena di toko ini, selain (jadi tempat) servis juga ada gudang, nanti hasil lengkapnya akan kami sampaikan," ujar Susatyo dalam memberikan keterangan pers di halaman kantor PT Terra Drone, Rabu (10/12/2025).

Polisi masih mendata jumlah baterai yang disimpan di sana dalam penelusuran penyebab pasti kebakaran. Saat kejadian, salah satu baterai diduga terbakar dan beberapa karyawan berusaha memadamkannya dengan alat pemadam api ringan (APAR). Namun, api bergerak cepat menyebar ke seluruh ruangan yang difungsikan sebagai gudang.

Kemudian ternyata baterai terbakar ini menyebar karena di lantai satu ini adalah salah satu tempat gudangnya, tutur Susatyo.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan