Kebutuhan Korban Banjir Aceh Berubah, PMI Distribusikan Perlengkapan Ibadah


ACEH UTARA, nurulamin.pro
— Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, mulai mendistribusikan bantuan untuk perlengkapan ibadah seperti sajadah, mukena, kain sarung, dan buku Iqra untuk anak-anak di Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Jumat (2/1/2026).

Distribusi bantuan ini berjalan bersamaan dengan pendistribusian bahan pangan, layanan psikososial, dan suplai air bersih untuk 210 titik pengungsian di Kabupaten Aceh Utara.

Wakil Ketua PMI Aceh Utara, Hendra Yuliansyah, mengatakan kebutuhan pengungsi mulai bergeser dari bahan pangan ke kebutuhan lebih spesifik berdasarkan kelompok umur dan jenis kelamin.

“Misalnya, kebutuhan susu bayi sesuai kelompok umur, pampers, pakaian untuk anak-anak dan kaum ibu. Sehingga bantuan diharapkan tepat sasaran sesuai kebutuhan pengungsi korban banjir,” terang Hendra.

Ia menambahkan, relawan dianjurkan berkoordinasi sebelum menyalurkan bantuan agar lebih tepat sasaran.

Sementara itu, Kepala Desa Buket Linteung, Mansur, menyebut kebutuhan pengungsi saat ini meliputi matras, tenda keluarga, pakaian sesuai umur, dan pakaian wanita.

“Kami berterima kasih atas dukungan semua lembaga ke pedalaman ini. Hingga saat ini listrik masih padam, dan untuk pengungsian tersedia dua mesin generator yang dibantu oleh Pemerintah Aceh Utara,” jelas Mansur.

Buket Linteung merupakan desa paling pedalaman di Kabupaten Aceh Utara dan satu-satunya desa yang belum menyala listrik sejak banjir besar melanda pada 26 November 2025 lalu.

Bantuan yang masuk diharapkan dapat meringankan beban pengungsi sekaligus memenuhi kebutuhan ibadah dan harian mereka.

Berbagai Jenis Bantuan yang Diberikan

PMI Aceh Utara telah menyiapkan beberapa jenis bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan pengungsi. Berikut adalah beberapa contoh bantuan yang didistribusikan:

  • Perlengkapan Ibadah:
  • Sajadah
  • Mukena
  • Kain sarung
  • Buku Iqra untuk anak-anak

  • Peralatan Harian:

  • Pakaian untuk anak-anak dan perempuan
  • Pampers
  • Susu bayi sesuai kelompok usia
  • Matras dan tenda keluarga

  • Bantuan Logistik:

  • Bahan pangan
  • Layanan psikososial
  • Suplai air bersih

Selain itu, PMI juga bekerja sama dengan berbagai lembaga dan pemerintah setempat untuk memastikan distribusi bantuan dilakukan secara efektif dan merata.

Peran Relawan dalam Pendistribusian Bantuan

Relawan PMI Aceh Utara memiliki peran penting dalam proses pendistribusian bantuan. Mereka tidak hanya bertugas mengirimkan barang, tetapi juga melakukan koordinasi dengan pihak desa dan pengungsi untuk memastikan bahwa bantuan sampai tepat sasaran.

Menurut Hendra Yuliansyah, relawan dianjurkan untuk memahami kebutuhan masing-masing kelompok pengungsi sebelum menyalurkan bantuan. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi pemborosan atau penyaluran bantuan yang tidak sesuai dengan kebutuhan nyata.

Kondisi Pengungsi di Desa Buket Linteung

Desa Buket Linteung merupakan salah satu wilayah yang paling terdampak oleh banjir besar yang terjadi pada November 2025 lalu. Wilayah ini masih kesulitan dalam hal pasokan listrik, sehingga pengungsi harus bergantung pada mesin generator yang disediakan oleh pemerintah setempat.

Kepala Desa Buket Linteung, Mansur, mengungkapkan bahwa kebutuhan pengungsi saat ini sangat beragam. Selain kebutuhan dasar seperti makanan dan air bersih, para pengungsi juga membutuhkan perlengkapan pakaian yang sesuai dengan usia dan jenis kelamin.

Upaya Pemerintah dan Lembaga dalam Mendukung Pengungsi

Pemerintah Aceh Utara telah memberikan dukungan dalam bentuk penyediaan alat-alat seperti generator untuk membantu pengungsi. Selain itu, berbagai lembaga dan organisasi juga aktif dalam memberikan bantuan kepada warga yang terdampak banjir.

Dengan adanya bantuan ini, diharapkan kondisi pengungsi dapat sedikit terangkat, terutama dalam hal kebutuhan ibadah dan kebutuhan harian.

Tantangan yang Dihadapi Pengungsi

Meski bantuan telah berdatangan, pengungsi masih menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah kurangnya akses terhadap listrik, yang membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih sulit.

Selain itu, banyak pengungsi yang mengeluhkan kurangnya persediaan pakaian dan perlengkapan kebutuhan dasar lainnya. Oleh karena itu, PMI dan lembaga lainnya terus berupaya untuk meningkatkan jumlah bantuan yang diberikan.

Kesimpulan

Bantuan yang diberikan oleh PMI Aceh Utara dan lembaga lainnya merupakan langkah penting dalam membantu pengungsi yang terdampak banjir. Dengan berbagai jenis bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan pengungsi, diharapkan dapat meringankan beban mereka dan membantu membangun kembali kehidupan sehari-hari.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan