Kehidupan Harian Sopir Taksi Online yang Tewas dengan Tangan Terikat di Serang, Biasa Cari Penumpang

Kehidupan Harian Sopir Taksi Online yang Tewas dengan Tangan Terikat di Serang, Biasa Cari Penumpang Malam Hari

Kehilangan yang Menyedihkan

Di rumah duka Muhamad Subekan di Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, suasana duka masih terasa. Senin (1/12/2025), keluarga dan kerabat masih berkumpul untuk berduka atas kematian Muhamad Subekan, seorang driver taksi online yang ditemukan tewas dalam kondisi tangan terikat di bawah jembatan Cimake, Desa Pancanegara, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten, Minggu (30/11/2025).

Saat wartawan mengunjungi rumah duka, tenda masih terpasang sebagai tanda kepergian sang korban. Kakak korban, Muhammad Irvan, menjelaskan bahwa adiknya, yang berusia 23 tahun, sering bekerja di malam hari. "Memang sering keluar malam. Biasanya pulang pagi, pukul 07.00 atau 08.00, kalau dapat orderan jauh bisa pulang pukul 11.00 atau 12.00," ujar Irvan.

Subekan memilih bekerja di malam hari karena menurutnya lebih banyak orderan. "Orderannya bukan hanya Tangerang Raya, tetapi bisa sampai Jakarta, Bekasi, Serang dan Cilegon," tambahnya. Namun, pada malam itu, percakapan yang terjadi menjadi momen terakhir bagi keluarga.

Peristiwa yang Tak Terduga

Keluarga tidak pernah menyangka bahwa kepergian Subekan akan berujung pada kematian tragis. Irvan menceritakan, adiknya pamit ke keluarga pada pukul 01.00, dengan alasan mengantar penumpang dari Bundaran Dua Citra Raya ke daerah Cilegon. "Sampai Minggu sore itu Pak RW ke rumah, ngabarin kalau Subek udah ga ada," kata Irvan.

Menurut Irvan, dia yakin adiknya dibunuh setelah barang-barangnya, termasuk mobil, dirampas oleh pelaku. "Dugaan saya, adik saya ini jadi korban pembegalan. Soalnya di grup ojek ojol (ojol) itu modus begal seperti ini memang lagi marak," ujarnya.

Irvan berharap polisi segera menangkap para pelaku dan memberikan hukuman yang setimpal. "Harapan keluarga semua pelaku nya di tangkap, dan dihukum setimpal, dihukum mati. Nyawa dibalas nyawa," katanya dengan nada geram.

Kronologi Penemuan Mayat

Warga Kampung Ranji, Desa Pancanegara, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, digemparkan oleh penemuan mayat seorang pria pada Minggu (30/11/2025). Jenazah ditemukan sekitar pukul 06.15 WIB di bawah Jembatan Cimake dalam kondisi terikat.

Menurut keterangan warga, tubuh korban pertama kali terlihat oleh seorang warga yang sedang berolahraga pagi. Saat didekati, korban berada dalam posisi tengkurap dengan tangan terikat tali. Camat Pabuaran, Idham Danal, menyampaikan bahwa penemuan mayat tersebut awalnya dilaporkan oleh tiga anak kecil yang tengah berlari pagi, lalu memberi tahu warga sekitar.

"Kemudian langsung mendatangi (TKP), saat ini sudah ditangani oleh pihak kepolisian," tambah Idham.

Ia menjelaskan, korban ditemukan mengenakan baju putih bergaris hitam dan celana pendek abu-abu. "Barang bukti yang ditemukan di TKP cuma pakaian, jam tangan, tali ties, tisu," ujar Idham.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Serang Kota, Kompol Alfano Ramadhan, menyebut pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kematian MS (23), seorang sopir taksi, dengan memeriksa sejumlah saksi. Ia membenarkan kondisi korban saat ditemukan, yakni tangan terikat tali ties serta terdapat bekas jeratan di leher.

Alfano menegaskan pihaknya masih mendalami dugaan apakah MS merupakan korban kekerasan atau pembunuhan sebelum ditemukan warga. "Masih dalam proses penyelidikan," ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Senin (1/12/2025).

Harapan Keluarga

Hingga saat ini, keluarga belum mendapatkan informasi lanjutan tentang keberadaan mobil yang hilang. Irvan mengatakan bahwa dari rekaman CCTV, pelaku diduga antara dua atau tiga orang. "Sampai saat ini sih belum ada info lanjutan, soal mobilnya itu dibawa kabur kemana," ujarnya.

Keluarga berharap pihak berwajib segera menangkap para pelaku dan memberikan hukuman yang setimpal. Mereka juga berdoa agar keadilan segera tercapai.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan