Kekayaan Gus Irawan Terungkap, 11 Nama Penebang Pohon Diungkap di Sumut

Kekayaan Gus Irawan Terungkap, 11 Nama Penebang Pohon Diungkap di Sumut

Laporan Harta Kekayaan Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu

Pada tanggal 13 Maret 2024, Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Gus Irawan Pasaribu, melaporkan harta kekayaannya ke Lembaga Pengelolaan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Dalam laporan tersebut, total harta kekayaan yang dimiliki oleh Bupati Tapsel mencapai sebesar Rp48.589.039.667.

Dalam rincian laporan tersebut, terdapat berbagai aset yang diungkapkan. Aset-aset berharga seperti 48 bidang tanah dan bangunan senilai Rp41.623.420.000 juga termasuk dalam laporan. Selain itu, ada beberapa alat transportasi dan mesin yang dicantumkan sebagai berikut:

  • MOTOR, HONDA SEPEDA MOTOR Tahun 2004, HASIL SENDIRI Rp 6.000.000
  • MOTOR, KAWASAKI SEPEDA MOTOR Tahun 2011, HIBAH DENGAN AKTA Rp 10.000.000
  • MOBIL, TOYOTA FORTUNER Tahun 2017, HASIL SENDIRI Rp 350.000.000
  • MOBIL, TOYOTA ALPHARD MINIBUS Tahun 2015, HASIL SENDIRI Rp 750.000.000
  • MOBIL, TOYOTA ALPHARD 2.5 G A/T Tahun 2017, HASIL SENDIRI Rp 850.000.000
  • MOBIL, LEXUS LX 570 AT Tahun 2013, HASIL SENDIRI Rp 1.300.000.000

Selanjutnya, terdapat:

  • C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp 1.399.825.000
  • D. SURAT BERHARGA Rp 139.847.500
  • E. KAS DAN SETARA KAS Rp 2.159.947.167
  • F. HARTA LAINNYA Rp ----

Sub Total: Rp 48.589.039.667
III. HUTANG Rp ----
IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III) Rp 48.589.039.667

Bupati Tapsel Mengungkap Nama-Nama Pemegang Hak Atas Tanah (PHAT)

Gus Irawan Pasaribu tidak hanya melaporkan hartanya, tetapi juga berani membongkar nama-nama Pemegang Hak Atas Tanah (PHAT) yang diduga terlibat dalam pembalakan liar di wilayahnya. Hal ini dilakukan dengan menyentuh Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terkait izin PHAT di wilayah Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Menurut informasi yang diperoleh, sebelum bencana banjir Sumatra terjadi, Gus Irawan menerima surat pada Juli 2025 dari Direktorat Pengelolaan Hutan Lestari Kementerian Kehutanan. Isi surat tersebut menghentikan sementara pengelolaan Hak Atas Tanah (PHAT) kerja sama korporasi dengan masyarakat setempat untuk mengambil kayu.

Gus Irawan menyatakan bahwa Pemkab Tapsel tidak dilibatkan dalam memilih siapa-siapa saja PHAT yang layak mendapat izin untuk mengambil kayu. Menurutnya, nama-nama perusahaan korporasi sepenuhnya ada di tangan Kementerian Kehutanan (Kemenhut).

"Untuk PHAT Pemkab Tapsel tidak dilibatkan sama sekali. Karena saya sangat concern dengan penebangan kayu ini," ujar Gus Irawan kepada Tribun-medan.com, Jumat (5/12/2025) malam.

Daftar Nama-Nama PHAT di Tapsel

Berikut ini adalah daftar nama-nama PHAT yang terungkap:

Daftar PHAT yang Tidak Aktif

  • Jalaluddin Pangaribuan luas 20 hektare lokasi di Desa Gunung Binanga, Kecamatan Marancar.
  • Jont Anson Silitonga luas 25 hektare lokasi di Aek Godang, Kelurahan Lancat, Kecamatan Arse.
  • Muhammad Nur Batubara luas 15 hektare lokasi di Desa Padang Mandailing Garugur, Kecamatan Saipar Dolok Hole.
  • Muhammad Agus Irian luas 21 hektare lokasi di Desa Sibadoar, Kecamatan Sipirok.
  • Irsan Ramadan Siregar luas 11 hektare lokasi di Desa Damparan Haunatas, Kecamatan Saipar Dolok Hole.
  • Hamka Hamid Nasution luas 20 hektare lokasi di Desa Ulumais Situnggaling, Kecamatan Saipar Dolok Hole.
  • Feri Saputra Siregar 20 hektare lokasi di Desa Marsada Kecamatan Sipirok.
  • David H. Panggabean 19,8 hektare lokasi di Desa Somba Debata Purba Kecamatan Saipar dolok Hole.
  • Anggara Fatur Rahman Ritonga luas 48,112 lokasi di Desa Bulu Mario Kecamatan Sipirok

Daftar PHAT Aktif namun Dibekukan

  • Ramlan Hasri Siahaan 45 hektare lokasi di Kelurahan Arse Nauli Kecamatan Arse.
  • Asmadi Ritonga 14 hektare lokasi Desa Padang Mandailing Kecamatan Saipar Dolok Hole.

Profil Singkat Gus Irawan Pasaribu

Gus Irawan Pasaribu memiliki latar belakang politik dari Partai Gerindra. Ia memulai kariernya di bidang perbankan sejak tahun 1990 di Bank Sumut (dulu BPDSU) sebagai pegawai biro personalia. Perjalanan kariernya di Bank Sumut cukup panjang hingga akhirnya menjabat sebagai Direktur Utama pada tahun 2000 hingga 2012.

Setelah meninggalkan dunia perbankan, ia memilih terjun ke dunia politik dengan bergabung bersama Partai Gerindra. Ia pernah menjadi ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Provinsi Sumatera Utara (2013–2024), Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) periode 2014–2019 dan 2019–2024 serta Wakil Ketua Komisi XI DPR-RI (2014–2016).

Gus Irawan Pasaribu kemudian mencalonkan diri sebagai Bupati Tapanuli Selatan tahun 2024 dan terpilih untuk masa bakti 2025 hingga 2030.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan