
Gubernur Sumbar dan Keluarga Berikan Bantuan untuk Korban Banjir
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, bersama keluarganya mengambil langkah luar biasa dengan mengalihkan logistik resepsi pernikahan tiga putranya menjadi bantuan bagi korban banjir di wilayah tersebut. Aksi kemanusiaan ini menunjukkan kepedulian yang tinggi dari keluarga gubernur terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
Bantuan yang diberikan oleh istri dan anak-anak Mahyeldi berupa 1.000 kg beras dan 2.830 kotak nasi siap santap. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Harneli, istri Mahyeldi, bersama ketiga putranya, Taufiq, Fathan, dan Masykur, serta menantu mereka, ke Posko Bantuan Komplek Griya Permata 1, Kota Padang, pada Minggu (7/12/2025).
Harneli menjelaskan bahwa logistik tersebut sebenarnya dipersiapkan untuk merayakan pesta pernikahan ketiga putranya. Namun, karena keadaan yang tidak terduga, mereka memutuskan untuk mengalihkan resepsi tersebut ke lokasi bencana. "Kami merencanakan tanggal 6-7 Desember adalah pesta pernikahan anak-anak kami, tetapi Allah berkehendak lain. Oleh sebab itu, pesta kami pindahkan ke tempat musibah ini," ujarnya saat mengunjungi tujuh titik lokasi terdampak banjir bandang yang tersebar di beberapa kecamatan Kota Padang.
Di akhir kunjungannya, Harneli juga memohon doa dari masyarakat. "Kami mendoakan agar Bapak dan Ibu diberi ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini. Kami juga memohon doa dari Bapak dan Ibu agar anak-anak kami menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah," tutupnya.
Profil Singkat Mahyeldi Ansharullah
Mahyeldi Ansharullah memiliki gelar adat Datuak Marajo. Ia lahir di Bukittinggi, Sumatra Barat, pada 25 Desember 1966. Mahyeldi dikenal sebagai mubalig dan politikus dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sekaligus Gubernur Sumbar. Sebelum menjabat sebagai gubernur, ia pernah menjadi Wali Kota Padang dua periode, yaitu hasil pemilihan umum 2013 dan 2018.
Selama kepemimpinannya, Padang mengalami kemajuan di bidang infrastruktur, pariwisata, dan kebersihan. Melalui pendekatan partisipatif, ia memimpin penataan objek wisata dan pasar tradisional yang semrawut pasca-gempa bumi 2009 tanpa menimbulkan gejolak.
Sebagai anak dari ayah seorang buruh angkat, Mahyeldi kecil bersekolah sambil bekerja untuk membantu orang tua. Sewaktu berkuliah di Universitas Andalas, ia aktif dalam pergerakan Islam dan turun ke masyarakat sebagai mubalig. PKS kemudian mencalonkannya sebagai anggota DPRD Sumatra Barat pada pemilihan umum legislatif 2004 dan terpilih dengan perolehan suara terbanyak.
Ia menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sumatra Barat periode 2004–2009, lalu menjadi Wakil Wali Kota Padang mendampingi Wali Kota Fauzi Bahar periode 2009–2014. Mahyeldi menjabat sebagai Wali Kota Padang sejak 13 Mei 2014 setelah memenangkan pemilihan umum pada 2013. Pada pemilihan berikutnya, ia kembali terpilih sebagai Wali Kota Padang untuk periode 2019–2024. Ia menjalani masa jabatan periode kedua sejak 13 Mei 2019 hingga 25 Februari 2021.
Kekayaan Mahyeldi Ansharullah
Berdasarkan laman e-LHKPN, Mahyeldi terakhir melaporkan kekayaannya pada 23 Maret 2024 untuk periodik 2023. Total kekayaan yang dimilikinya senilai Rp6.941.692.537. Berikut rincian kekayaan Mahyeldi Ansharullah:
-
Tanah dan bangunan
Nilai: Rp4.828.024.000 -
Alat transportasi dan mesin
Nilai: Rp286.500.000 -
Harta bergerak lainnya
Nilai: Rp32.883.680 -
Surat berharga
Tidak ada catatan atau laporan. -
Kas dan setara kas
Nilai: Rp2.344.284.857 -
Harta lainnya
Tidak ada catatan atau laporan. -
Hutang
Total hutang: Rp550.000.000
Dengan demikian, total harta kekayaan bersih yang dimilikinya setelah laporan tersebut diterima, harta kekayaannya terhitung mencapai Rp6.941.692.537.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar