
Zulkifli Hasan dan Kritik atas Bencana Banjir di Sumatera
Zulkifli Hasan, yang kini menjabat sebagai Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan dalam Kabinet Prabowo-Gibran, kembali menjadi sorotan publik setelah bencana banjir dan longsor melanda Pulau Sumatera. Ia dituding bertanggung jawab atas kondisi lingkungan yang memburuk, terutama karena rekam jejaknya sebagai Menteri Kehutanan dari 2009 hingga 2014.
Banyak warganet menyebut bahwa kebijakan yang diambil saat ia menjabat Menteri Kehutanan berkontribusi pada deforestasi yang memicu bencana saat ini. Akun Instagram pribadinya pun ramai diburu komentar negatif, sehingga kolom komentarnya dibatasi untuk mencegah penyebaran informasi yang tidak akurat.
Video Lawas yang Kembali Viral
Sebuah video dari tahun 2013 yang menampilkan aktor dan aktivis lingkungan Harrison Ford menegur Zulkifli Hasan saat menjabat Menteri Kehutanan kembali viral di media sosial. Video tersebut menyoroti kerusakan hutan Sumatera dan pembalakan liar yang terjadi selama masa jabatannya. Dengan tegas, Ford mengkritik hubungan antara bisnis dan politik yang menyebabkan eksploitasi hutan secara besar-besaran.
Video ini memicu gelombang kritik tajam dari netizen yang mengaitkan bencana banjir dan longsor di Sumatera dengan deforestasi di masa lalu. Warganet menuntut pertanggungjawaban Zulhas atas kerusakan lingkungan yang berdampak pada bencana ekologis saat ini. Banyak komentar bernada keras yang menuntut hukuman dunia dan akhirat, serta julukan "penjahat alam" yang melekat padanya.
Profil dan Karier Politik Zulkifli Hasan
Zulkifli Hasan atau dikenal sebagai Zulhas lahir di Penengahan, Lampung Selatan, pada 31 Agustus 1962. Ia adalah seorang politisi yang kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan (2024–2029) dalam Kabinet Prabowo-Gibran. Ia juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN).
Karier politik Zulhas cukup panjang, termasuk pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan RI (2022–2024) di bawah Kabinet Joko Widodo, Menteri Kehutanan (2009–2014) pada era Presiden SBY, dan Wakil Ketua MPR RI (2019–2022). Selain itu, ia juga pernah menjadi Ketua MPR RI (2014–2019), menggantikan Sidarto Danusubroto.
Harta Kekayaan dan Pengelolaan Ekonomi
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) terbaru, harta kekayaan Zulkifli Hasan naik sebesar Rp17,04 miliar dalam setahun. Total kekayaannya mencapai sekitar Rp49,65 miliar pada 2025, meningkat 52,25 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan terbesar berasal dari kas atau setara kas dan harta bergerak lainnya.
Tanggapan Zulkifli Hasan atas Tudingan
Dalam sebuah acara podcast Curhat Bang Denny Sumargo, Zulkifli Hasan memberikan pandangannya mengenai bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Menurutnya, musibah tersebut tidak lepas dari pengaruh fenomena siklon tropis Senyar yang membuat curah hujan meningkat drastis.
Ia juga menyinggung kondisi lingkungan yang semakin rusak, sehingga dampak bencana menjadi jauh lebih besar. Namun, Zulkifli Hasan juga menegaskan bahwa faktor manusia ikut berperan dalam memperburuk dampak bencana. Kerusakan alam akibat ulah manusia disebut membuat skala kerusakan makin besar.
Kontroversi dan Isu Deforestasi
Kontroversi terhadap Zulkifli Hasan kembali mencuat seiring bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Sumatera. Jejaknya sebagai Menteri Kehutanan periode 2009-2014 menjadi perhatian karena kondisi hutan Sumatera yang memburuk pada masa itu, termasuk ancaman terhadap Taman Nasional Tesso Nilo.
Selain itu, video dokumenter 'Years of Living Dangerously' yang diunggah 11 tahun lalu menampilkan aktor sekaligus aktivis lingkungan, Harrison Ford, yang menegur Zulhas secara langsung terkait kerusakan hutan Sumatera dan pembalakan liar. Ford menyoroti hubungan kuat antara bisnis dan politik yang menyebabkan eksploitasi hutan secara besar-besaran.
Kritik dan Tuntutan Publik
Netizen menuntut pertanggungjawaban Zulhas atas kerusakan lingkungan yang berdampak pada bencana ekologis saat ini. Banyak komentar bernada keras yang menuntut hukuman dunia dan akhirat, serta julukan "penjahat alam" yang melekat padanya. Ada juga desakan agar Zulhas mundur dari jabatan publik sebagai bentuk tanggung jawab moral.
Situasi semakin memanas ketika Zulhas mempromosikan penggunaan tumbler di tengah kritik keras atas kerusakan lingkungan. Hal ini dianggap ironis dan menambah kemarahan publik yang merasa pemerintah kurang empati terhadap musibah yang terjadi.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar