Kekuatan Pedro Matos! Playmaker Persebaya yang Paling Gacor di Super League

Persebaya Surabaya Siapkan Kedatangan Pedro Matos

Persebaya Surabaya kini tengah bersiap untuk menerima kedatangan Pedro Matos, seorang gelandang asal Portugal yang diharapkan bisa menjadi pelapis dan pengisi kekuatan lini tengah tim. Nama Pedro Matos kini menjadi pusat perhatian setelah kabar mengenai kemungkinan kepindahannya ke klub Green Force semakin santer.

Pedro Matos disebut-sebut akan bergabung dengan Persebaya Surabaya dari Semen Padang. Ia diproyeksikan sebagai pemain yang bisa memberikan pengaruh besar baik dari segi taktik maupun komposisi pemain asing. Dengan usia 27 tahun, Pedro berada pada fase matang sebagai gelandang serang modern. Ia memiliki tinggi 1,75 meter dan kaki dominan kanan. Posisi utamanya adalah gelandang serang, namun ia juga bisa bermain sebagai gelandang tengah atau sayap kanan.

Kehadiran Pedro Matos diharapkan bisa memperkuat lini tengah Persebaya Surabaya. Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menilai bahwa Pedro bisa memberi dimensi baru dalam permainan tim. Ia dianggap mampu memperkuat transisi dari fase bertahan ke menyerang. Selain itu, Pedro juga diharapkan bisa memberikan dukungan terhadap lini depan Green Force.

Performa Pedro Matos yang Mengesankan

Pada putaran pertama Super League 2025/2026, Pedro tampil dalam 15 pertandingan bersama Semen Padang. Ia mencatatkan 1 gol, 4 assist, dua kartu kuning, dan total menit bermain mencapai 1.144 menit. Statistik tersebut menempatkan Pedro sebagai salah satu gelandang serang paling produktif. Perannya bahkan disebut-sebut mirip dengan Francisco Rivera yang kini menjadi andalan Persebaya Surabaya.

Keunggulan Pedro terletak pada fleksibilitas posisinya. Selain mengatur serangan dari tengah, ia bisa digeser ke sisi kanan untuk membuka ruang dan variasi serangan. Menariknya, Pedro tercatat sebagai gelandang serang paling gacor di putaran pertama Super League. Ia unggul dalam kontribusi gol dan assist dibanding nama-nama lain di posisi serupa.

Proses Adaptasi dan Evaluasi Tim

Sebelum merekrut Pedro, Coach Tavares menekankan pentingnya keseimbangan skuad. Ia ingin setiap posisi memiliki kedalaman yang ideal dan kompetitif. Masuknya pemain baru menjadi perhatian utama tim pelatih. Proses adaptasi dinilai harus berjalan cepat agar performa tim tetap stabil.

“Setelah itu kami harus bekerja keras karena ada pemain baru yang datang. Kami perlu lebih mengenal karakteristik semua pemain,” kata Coach Tavares.

Untuk menunjang adaptasi tersebut, Persebaya Surabaya berencana menggelar laga uji coba selama jeda kompetisi. Agenda ini menjadi sarana evaluasi bagi pemain yang belum banyak mendapat menit bermain. “Kami ingin melihat pemain yang belum banyak bermain. Pertandingan persahabatan penting untuk menciptakan persaingan di dalam tim,” ujarnya.

Regulasi Liga dan Keputusan Sulit

Kehadiran Pedro membuat jumlah pemain asing Persebaya Surabaya kini mencapai 13 orang. Sementara regulasi liga hanya mengizinkan 11 pemain asing terdaftar. Artinya, dua pemain harus dicoret sebelum putaran kedua dimulai. Situasi ini memaksa manajemen mengambil keputusan sulit. Nama Diego Maurício disebut sebagai salah satu kandidat dilepas. Striker asal Brasil itu kabarnya diminati klub asal India.

Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian terkait kepindahannya. Isu hengkangnya Diego juga sudah beredar sejak pekan lalu. Selain Diego, satu nama lain masih menjadi tanda tanya. Manajemen diharapkan segera menentukan langkah terbaik. Keputusan ini akan sangat menentukan arah Persebaya Surabaya ke depan.

Di tengah dilema itu, Persebaya Surabaya tetap menatap putaran kedua dengan optimisme. Evaluasi tim sudah dilakukan sejak awal Januari. Manajemen sudah melepas lima pemain dan mendatangkan empat pemain asing baru. Pedro Matos dikabarkan melengkapi daftar rekrutan tersebut. Pedro bersama Bruno Paraíba, Jefferson Silva, dan Gustavo Fernandes diproyeksikan menjadi tulang punggung tim. Harapan besar kini disematkan pada mereka.

Kombinasi Pedro Matos dan Francisco Rivera berpotensi menjadi senjata utama Persebaya Surabaya. Keduanya mampu mengatur ritme permainan dari lini tengah. Bonek pun dibuat penasaran dengan kiprah sang gelandang Portugal. Mereka berharap Pedro Matos benar-benar membawa Green Force kembali bersaing di papan atas.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan