
JAKARTA, nurulamin.pro Kabar meninggalnya seorang ibu dan dua anaknya di sebuah rumah kontrakan di Jalan Warakas VIII Gang 10, Kelurahan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan orang-orang terdekat.
Husni (56), kakak kandung korban berinisial Soliha (50), mengenang adiknya sebagai sosok yang ramah dan mudah bergaul dengan lingkungan sekitar.
“Di tetangga, saudara semua dikenal luwes bergaul,” ungkap Husni saat ditemui di rumah duka di Jalan Warakas III, Sabtu (3/1/2026).
Ia menuturkan, almarhumah dikenal aktif mengikuti kegiatan jamaah ibu-ibu di masjid dan kerap mendapat pujian dari lingkungan sekitarnya.
“Jadi kalau di jemaah masjid, di jemaah ibu ibu, dia pintar dalam menjawab pertanyaan, kayak kuis misalnya. Komentar temen temennya, dia pintar nih, bukan sembarangan orang,” katanya.
Husni mengaku terakhir kali berkomunikasi dengan sang adik sekitar tiga hari sebelum peristiwa tersebut terjadi. Saat itu, Soliha sempat berkunjung ke rumahnya.
“Saya kan habis dirawat, dan di sini baru dua hari. Dia (ibu Soliha) datang membawa ikan mentah, sop mentah, ‘ini dimasak ya, bisa bantu ini aja’ katanya,” ujar Husni.
Penemuan Jenazah Korban
Sebelumnya diberitakan, polisi memastikan tiga korban meninggal dunia yang ditemukan di dalam sebuah rumah kontrakan di Jalan Warakas VIII Gang 10 merupakan satu keluarga.
Kanit Resmob Polres Metro Jakarta Utara Iptu Seno Adji Pradana mengatakan, pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait penemuan jenazah tersebut dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Kami dari Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ditemukan adanya penemuan mayat terhadap tiga jenazah yang berjenis kelamin dua perempuan dan satu laki-laki,” ucap Seno saat ditemui nurulamin.pro di lokasi.
Tiga korban yang ditemukan meninggal dunia masing-masing berinisial S (50), AA (27), dan AA (13).
Ketiganya merupakan satu keluarga dan ditemukan di dalam rumah kontrakan tempat mereka tinggal.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar menjelaskan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh salah satu anak korban yang baru pulang bekerja.
“Keterangan awal dari anaknya yang pulang kerja itu, buka pintu kemudian mendapati keluarganya dalam kondisi tiduran tapi mengeluarkan busa,” ungkap Seno saat ditemui di Polres Metro Jakarta Utara, Jumat (2/1/2026).
Setelah mendapati kondisi tersebut, anak korban langsung meminta pertolongan kepada warga sekitar.
“Kemudian yang bersangkutan minta tolong ke masyarakat sekitar,” kata Seno.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar