Keluarga Korban Kebakaran Terra Drone Kecewa Tidak Dapat Pesan Belasungkawa dari Perusahaan

Keluarga Korban Kebakaran Terra Drone Kecewa Tidak Dapat Pesan Belasungkawa dari Perusahaan

Keluarga Korban Kebakaran di Terra Drone Mengungkap Kekecewaan Terhadap Perusahaan

Keluarga korban kebakaran yang terjadi di Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat, menyampaikan rasa kecewa mendalam terhadap pihak manajemen perusahaan. Mochamad Apriyana (40), salah satu korban yang tewas dalam kejadian tersebut, dikenal sebagai seorang pekerja yang bekerja selama tujuh bulan di perusahaan tersebut. Namun, hingga kini, keluarga masih merasa tidak puas dengan respons dan tindakan yang dilakukan oleh pihak perusahaan.

Imam Suwondo, mertua dari Mochamad Apriyana, mengungkapkan bahwa pihak perusahaan seolah-olah tidak bertanggung jawab atas tragedi yang menimpa anak menantanya. Ia menyatakan bahwa tidak ada satu pun perwakilan perusahaan yang datang untuk memberikan dukacita kepada keluarga korban.

“Yang membuat saya sakit adalah tidak nampak dari pihak perusahaan yang menemui keluarga. Tidak ada satu pun kalimat dukacita,” ujar Imam Suwondo.

Selain itu, Imam juga menyampaikan bahwa selama tujuh bulan bekerja di perusahaan tersebut, almarhum belum mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini semakin memperparah rasa kecewa dan kesedihan yang dirasakan oleh keluarga.

"Selama tujuh bulan bekerja di situ, almarhum belum mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini sangat menyakitkan bagi kami," ujar Imam.

Orang tua korban berharap agar perusahaan lebih serius dalam menyelesaikan hak-hak almarhum serta memperhatikan keselamatan pegawai agar tragedi serupa tidak terulang lagi. Mereka menilai bahwa tanggung jawab perusahaan terhadap pekerjanya harus benar-benar diperhatikan.

Ia menegaskan bahwa tragedi ini meninggalkan dampak mendalam bagi anak-anak korban, serta menjadi pengingat bagi masyarakat tentang pentingnya tanggung jawab perusahaan terhadap pekerjanya.

"Tolong, hak-hak almarhum diselesaikan dan jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi," ujar lelaki paruh baya itu.

"Tragedi ini meninggalkan dampak besar bagi anak-anaknya, sekaligus menjadi pengingat keselamatan pekerja dan tanggung jawab perusahaan harus benar-benar diperhatikan," tutupnya.

Tanggung Jawab Perusahaan dan Keselamatan Pegawai

Dari pengakuan keluarga korban, terlihat betapa pentingnya tanggung jawab perusahaan terhadap para pekerja. Selain itu, adanya isu bahwa almarhum belum mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan menunjukkan bahwa proses administrasi di perusahaan tersebut tidak berjalan dengan baik.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh perusahaan antara lain:

  • Penyediaan perlindungan sosial bagi pekerja, seperti BPJS Ketenagakerjaan.
  • Peningkatan kesadaran akan keselamatan kerja dan pencegahan kecelakaan.
  • Komunikasi yang transparan dan empati terhadap keluarga korban.

Perusahaan juga perlu memastikan bahwa semua prosedur dan regulasi yang berlaku dijalankan secara konsisten. Dengan demikian, risiko terjadinya kecelakaan serupa dapat diminimalisir.

Rekomendasi untuk Pemerintah dan Pengawas

Selain dari sisi perusahaan, pemerintah dan lembaga pengawas juga memiliki peran penting dalam memastikan bahwa perusahaan menjalankan tanggung jawabnya. Beberapa langkah yang bisa diambil antara lain:

  • Memperketat pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan yang beroperasi.
  • Memberikan sanksi tegas terhadap perusahaan yang melanggar aturan.
  • Meningkatkan edukasi dan kesadaran pekerja tentang hak-hak mereka.

Dengan kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan kejadian serupa tidak terulang lagi dan setiap pekerja dapat merasa aman dan dilindungi.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan