
Keluarga Korban Selamat Longsor Cisempur Mengucapkan Terima Kasih
Keluarga dari dua korban selamat dalam peristiwa longsor tebing di area proyek pembangunan lapangan mini soccer, di Kampung Salam Kuning RW 01 Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada semua pihak yang telah membantu penyelamatan. Dua korban tersebut adalah Ahmid (71) dan Dian (41), putra dari Ahmid, yang juga bekerja di lokasi proyek tersebut.
Ungkapan terima kasih itu disampaikan oleh Yati Karyati, anggota keluarga Ahmid, saat ditemui di kediamannya di RW 05 Desa Cisempur, Jatinangor, pada Sabtu (3/1/2026). Dengan nada yang hampir menangis, Yati dan anggota keluarga lainnya mengucapkan syukur kepada Allah SWT serta berterima kasih kepada banyak pihak yang turut serta dalam proses penyelamatan.
Menurut Yati, peran cepat warga dan aparat menjadi penentu keselamatan Ahmid dan Dian yang sempat tertimbun material longsoran. Ia menceritakan bagaimana keduanya sempat berteriak meminta tolong, meskipun kondisi Dian tidak bisa berbicara. Yati menjelaskan bahwa Dian telah berkeluarga dan sehari-hari bekerja bersama ayahnya, Ahmid, serta Dahlan (kakak Dian) di lokasi proyek tersebut. Mereka bekerja secara bersama-sama sebagai keluarga.
Yati menegaskan bahwa keselamatan Ahmid dan Dian tidak lepas dari peran warga sekitar yang sigap membantu sebelum tim SAR gabungan tiba di lokasi. Salah satu warga bernama Mang Ucok menjadi orang pertama yang mengangkat Ahmid dan Dian dari timbunan longsor. Mang Ucok adalah warga Cipajaran yang sedang bekerja di lokasi yang sama namun berada di posisi berbeda sehingga selamat dari longsor. Ahmid menyebut-nyebut nama Mang Ucok dan secara langsung menyampaikan terima kasih kepadanya, karena ia berhutang nyawa.
“Atas nama keluarga, kami mengucapkan terima kasih kepada semua, tim SAR, aparat kepolisian, TNI, dan warga. Kami enggak bisa membalas kebaikan itu, semoga Allah SWT yang membalasnya,” ucap Yati.
Dalam proses penanganan pascakejadian, Yati Kartika, yang juga masih keluarga Ahmid dan merupakan kader Posyandu RW 05, ditunjuk untuk mengurus serah terima dan pendampingan korban. Ia mengaku harus bolak-balik mengantar Ahmid dan Dian ke fasilitas kesehatan. “Saya panik, bolak-balik ke rumah sakit. Ngantar Bapak, ngantar Dian, terus ke rumah sakit lain menjemput keluarga yang dirujuk,” katanya.
Yati juga mengungkapkan bahwa pihak keluarga sempat menenangkan anggota keluarga lain dengan cara menunda penyampaian kabar duka terkait korban meninggal dunia. Hal itu dilakukan agar keluarga tidak panik saat proses evakuasi masih berlangsung. “Baru dikasih tahu setelah di puskesmas,” ujarnya.
Lina Ratnawati, menantu Ahmid, mengatakan bahwa saat ini mertua dan adik iparnya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Universitas Padjajaran. "Kondisi Dian mengalami patah tulang di bagian kaki, dan Bapak kemarin masih syok, tapi sekarang sudah membaik," ucapnya. Ia mengaku dalam waktu dekat pihak keluarga akan menggelar syukuran atas keselamatan orang tua dan adiknya tersebut. "Kami akan syukuran, mau bikin nasi tumpeng. Terima kasih semua warga dan Tim SAR yang telah membantu penyelamatan keluarga kami," katanya.
Sebelumnya, longsor tebing terjadi di Cisempur pada Jumat (2/1/2026) siang, menimbun enam orang pekerja. Dua orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sementara empat lainnya meninggal dunia. Seluruh korban telah berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar