
Kondisi Keluarga Korban Kecelakaan di Fly Over Angkatan 66 Palembang
Satu keluarga yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas di Fly Over Simpang Angkatan 66 Palembang masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Hermina. Kejadian ini terjadi pada Jumat (26/12/2025) siang, saat pengemudi mobil mengalami microsleep dan menabrak sepeda motor dari belakang.
Korban kecelakaan tersebut adalah Suwondo, yang sedang mengendarai sepeda motor bersama istrinya Astuti dan anak perempuan mereka WAZ (5 tahun). Ketiganya merupakan warga Jalan Tanjung Rawo, Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang.
Menurut informasi yang diperoleh, Suwondo mengalami dugaan patah tulang paha kiri dan kanan serta dalam kondisi sadar. Sementara itu, Astuti mengalami luka robek di beberapa bagian tubuh serta patah tulang di lengan dan paha. Ia dilaporkan dalam kondisi tidak sadar. Anak korban, WAZ, mengalami luka robek di kepala dan lengan, namun dalam kondisi sadar.
Penyebab Kecelakaan
Kecelakaan diduga disebabkan oleh pengemudi mobil Daihatsu Rocky warna hitam bernopol BG 1643 UM yang dikemudikan Miswadi (44), warga Jalan Mayor Zen, Palembang. Menurut Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Palembang Iptu Hermanto, kecelakaan terjadi saat kedua kendaraan melaju dari arah yang sama, yakni dari Simpang Hermina menuju Simpang PTC Mall.
“Setibanya di lokasi kejadian, pengemudi mobil mengalami microsleep atau ngantuk sesaat sehingga tidak memperhatikan kendaraan di depannya dan menabrak sepeda motor dari belakang,” ujar Hermanto.
Microsleep adalah kondisi tidur sangat singkat (beberapa detik hingga kurang dari satu menit) yang terjadi tanpa disadari. Kondisi ini sering terjadi saat tubuh sangat lelah atau kurang tidur, di mana otak "mati" sejenak meski mata terbuka. Microsleep sangat berbahaya saat dilakukan saat mengemudi atau mengoperasikan mesin karena bisa menyebabkan kecelakaan fatal.
Proses Penanganan Kecelakaan
Pengemudi mobil penabrak, Miswadi, telah diamankan dan dimintai keterangan oleh petugas Satlantas Polrestabes Palembang. Kendaraan yang terlibat kecelakaan juga telah dievakuasi ke Pos Laka Pakjo di Jalan Demang Lebar Daun.
“Pengemudi mobil kooperatif dan sempat mengantar korban ke rumah sakit. Saat ini masih kami mintai keterangan untuk proses lebih lanjut,” jelas Hermanto.
Seluruh korban saat ini dirawat di Rumah Sakit Hermina Palembang untuk mendapatkan perawatan medis. Kondisi ketiganya masih memerlukan pemantauan intensif dari para tenaga medis.
Tanda-Tanda Microsleep
Microsleep sering ditandai dengan mata berat, kedipan lambat, hingga tidak ingat kejadian beberapa detik sebelumnya. Ini adalah tanda jelas bahwa tubuh sangat membutuhkan istirahat. Jika terjadi saat mengemudi, microsleep dapat menyebabkan kecelakaan yang sangat berbahaya.
Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan antara lain: * Istirahat cukup sebelum berkendara * Hindari mengemudi dalam keadaan lelah atau kurang tidur * Berhenti sejenak jika merasa mengantuk * Menggunakan alat bantu seperti alarm atau sistem pemberi peringatan
Dengan kesadaran akan bahaya microsleep, setiap pengemudi diharapkan lebih waspada agar dapat mencegah kecelakaan yang tidak diinginkan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar