
JAKARTA, nurulamin.pro
- Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara (Jakut) Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar memberikan informasi terkini mengenai kondisi satu keluarga yang ditemukan tewas di rumah kontrakan mereka di Jalan Warakas 5, Gang 10, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Jumat (2/1/2026).
Menurut keterangan yang diberikan, korban yang meninggal dunia adalah anak laki-laki berinisial AAB (13), perempuan berinisial SS (50), dan perempuan berinisial AAL (27). Sementara itu, satu korban lainnya berhasil selamat, yaitu pria berinisial ASJ (22).
"Sekitar pukul 09.00 tadi pagi, para tetangga menemukan penghuni kontrakan tersebut dalam kondisi berbaring dan mengeluarkan busa dari mulutnya. Mereka tidak bergerak sama sekali," jelas Onkoseno dalam acara Kompas Malam di KompasTV, Jumat.
Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, kata dia, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Onkoseno menyatakan bahwa polisi masih mendalami kronologi kejadian dan belum dapat menyimpulkan penyebab kematian korban. Ia juga menjelaskan bahwa satu korban kritis masih dirawat intensif oleh dokter dan belum bisa dimintai keterangan.
Terkait perkembangan penyelidikan kasus, Onkoseno menyebutkan bahwa pihaknya telah memeriksa empat saksi. "Kita sedang memeriksa empat saksi saat ini," ujarnya.
Selain itu, polisi juga telah mengamankan barang-barang di lokasi kejadian yang akan diteliti oleh laboratorium forensik (labfor). Barang-barang tersebut termasuk makanan dan minuman yang ada di lokasi kejadian.
Menurut Onkoseno, barang-barang yang diamankan adalah benda sehari-hari yang biasa digunakan korban dan mungkin terkait dengan kejadian. Barang-barang ini diharapkan dapat menjadi bukti penting dalam penyelidikan kasus.
Ia juga membenarkan bahwa pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap handphone korban. Namun, hingga saat ini belum ditemukan percakapan atau pesan mencurigakan.
Proses Penyelidikan yang Dilakukan
Berikut adalah beberapa langkah yang telah dilakukan oleh pihak kepolisian dalam kasus ini:
- Pemeriksaan terhadap empat saksi yang terlibat dalam kejadian
- Pengamanan barang-barang di lokasi kejadian seperti makanan dan minuman
- Pemeriksaan handphone korban untuk mencari kemungkinan bukti atau pesan mencurigakan
- Pemeriksaan kondisi fisik korban untuk menentukan penyebab kematian
Status Korban yang Selamat
Satu korban yang selamat, yaitu ASJ (22), masih dalam kondisi kritis dan sedang menjalani perawatan intensif. Pihak medis belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut karena kondisi kesehatannya yang masih memprihatinkan.
Tindakan Lanjutan
Polisi akan terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian korban. Selain itu, hasil pemeriksaan laboratorium forensik akan menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan apakah ada unsur pembunuhan atau kesalahan teknis yang terjadi.
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan kesimpulan akhir mengenai kasus ini. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menunggu informasi resmi dari pihak berwajib.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar