Keluarga Tewas di Warakas, Kriminolog UI: Gejala Keracunan Sianida

Keluarga Tewas di Warakas, Kriminolog UI: Gejala Keracunan Sianida

Kasus Kematian Tiga Anggota Keluarga di Jakarta Utara Masih Mencurigakan

Kasus kematian tiga anggota dalam satu keluarga di sebuah kontrakan di Jalan Warakas 8, Tanjung Priok, Jakarta Utara, masih menjadi misteri. Dugaan sementara mengarah kepada keracunan. Kemungkinan terkandung adanya racun kimia seperti sianida di dalam tubuh para korban.

Menurut kriminolog Universitas Indonesia, Adrianus Meliala, ciri-ciri tubuh para korban sering muncul pada kasus keracunan bahan kimia. Ia menjelaskan bahwa kondisi tubuh korban menunjukkan gejala seperti busa dan melepuh, yang bisa jadi akibat dari paparan sianida. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kepastian penyebab kematian masih harus menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Apakah Ini Pembunuhan atau Bunuh Diri?

Adrianus menyatakan bahwa kasus ini perlu terlebih dahulu diungkap apakah korban diracun atau mengalami keracunan karena sengaja ingin mengakhiri hidup. Jika terbukti sebagai pembunuhan, polisi perlu menelusuri latar belakang dari korban.

"Jika kita bicara tentang pembunuhan melalui racun, maka perlu melihat situasi umumnya, apakah keluarga ini memiliki musuh, mungkin memiliki hutang yang tidak bisa dibayar, utang kontrakan sehingga ada orang yang ingin membunuhnya, atau ingin membuat pencemaran nama baik sehingga musuh yang dendamnya luar biasa yang lalu kemudian berujung kepada upaya untuk membunuh dengan cara meracun," jelasnya.

Kemungkinan kedua adalah bunuh diri. Korban dengan sengaja mengonsumsi racun atau makanan yang telah tercemar. Adrianus melihat cara ini kerap dilakukan oleh korban yang ingin mengakhiri hidupnya. "Yang kedua adalah bunuh diri, bunuh diri melalui minum racun atau makan sesuatu yang sudah ada racunnya di mana kemudian hal ini lalu dikonsumsi oleh anak dan ibunya bersama-sama mungkin pada saat anak yang terakhir yang kemudian mengonsumsi tidak terlalu banyak sehingga kemudian tidak mengakibatkan kematian, sementara yang lain ibu dan dua anak yang lain mungkin mengonsumsi sudah banyak sudah keburu meninggal duluan," katanya.

Jika mengarah kuat ke kasus bunuh diri, Adrianus menduga disebabkan karena kesulitan hidup atau keterbatasan ekonomi. "Sehingga membuat sang ibu memutuskan untuk mengakhiri hidupnya karena dia tidak ingin anak-anaknya menderita. Dia mengajak anak-anaknya untuk juga bunuh diri bersamanya," pungkasnya.

Kronologi Penemuan Satu Keluarga Tewas

Sebelumnya diberitakan, warga di Jalan Warakas 8, RT 06 RW 10 Kelurahan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, digegerkan dengan penemuan tiga penghuni kontrakan yang tewas pada Jumat (2/1/2026) pagi. Diduga, tiga orang yang masih satu keluarga itu meninggal dunia karena keracunan makanan.

Ketiga penghuni rumah yang meninggal dunia masing-masing ialah Siti Solihah (50), Afiah Al Adilah Jamaludin (27), dan Adnan Al Jabrar Jamaludin (13). Sementara itu, seorang korban lainnya yang kritis bernama Abdullah Syauqi Jamaludin (22).

Ketua RT 06 RW 10 Kelurahan Warakas, Ruslan mengatakan, keempat korban sudah ditangani pihak berwenang. Ruslan membenarkan lokasi kejadian merupakan kontrakan. Ketiga korban yang meninggal dunia juga merupakan satu keluarga. "Informasinya yang meninggal tiga, yang kritis satu udah dibawa ke rumah sakit," kata dia di lokasi.

Sementara itu, tim Inafis Polres Metro Jakarta Utara hingga Jumat siang masih melakukan olah TKP. Sementara korban kritis langsung dilarikan ke RSUD Koja. Polisi hingga Jumat siang masih memeriksa sejumlah saksi dan juga mencari barang bukti yang ada di lokasi kejadian.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan