
Malam sebelum peristiwa tragis terjadi di rumah Siti Solihah di Warakas, Jakarta Utara, tetangga mengaku sempat bertemu dengan anak sulung korban, Afiah Al Adilah Jamaludin (28).
Cerita ini disampaikan oleh Bagas, tetangga korban, saat ditemui di kawasan tersebut pada Sabtu (3/1). “Iya, tanggal 1 malam-malam itu. Kebetulan aku habis nganterin tukang ngurut,” ujarnya.

Bagas mengatakan bahwa pertemuan tersebut terjadi secara tidak sengaja. “Kami ketemu di jalan dekat rumah. Aku panggil ‘kak’ dan berhenti sejenak,” jelasnya.
Menurut Bagas, tidak ada tanda-tanda mencurigakan selama pertemuan singkat tersebut. “Aku pikir tidak ada apa-apa. Tidak ada masalah, karena selama ini kami juga tidak pernah mengalami hal yang aneh,” tambahnya.

Bagas memperkirakan waktu pertemuan itu terjadi pada malam hari. “Paling sekitar pukul 8 hingga 9 malam,” katanya.
Sementara itu, Aryuni Wulan Febri (51) menceritakan bahwa Alfiah dan Abdullah Syauqi Jamaludin (23) sehari-hari berjualan es teh. “Sauqi adalah yang nomor tiga, bersama mbaknya yang meninggal. Nomor satu juga berjualan es. Jadi, kalau kita ketemu biasanya hanya sekadar saling menyapa,” ujarnya.

Wulan juga menjelaskan kondisi Abdullah Syauqi Jamaludin saat pertama kali dilihat oleh tetangga setelah kejadian. Ia menyebut Syauqi masih sadar meski tampak linglung. “Dia sadar, saya tanya, ini kenapa ibu, tapi dia tidak tahu. Pandangannya kosong, seperti bingung,” tambahnya.
Menurut Wulan, Syauqi kemudian pingsan saat petugas medis datang untuk mengevakuasinya. “Pas medis datang, dia baru saja diangkat keluar lalu pingsan. Saya tidak tahu pasti,” katanya.
Diketahui, tiga anggota keluarga Siti Solihah, Afiah Al Adilah Jamaludin, dan Adnan Al Abrar Jamaludin telah dimakamkan di TPU Rorotan, Jakarta Utara.
Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kematian dan menunggu hasil pemeriksaan toksikologi untuk memastikan apakah ada unsur racun dalam peristiwa tersebut.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar