Keluhan Pengguna Hyundai Stargazer 2023


JAKARTA – Hyundai Stargazer menjadi salah satu kendaraan Multi Purpose Vehicle (MPV) yang menarik perhatian sejak pertama kali diluncurkan di Indonesia. Desain futuristik, fitur lengkap, dan harga yang kompetitif membuat mobil ini banyak diminati, terutama oleh konsumen yang ingin mencoba merek non-Jepang. Namun, seperti kendaraan lainnya, Stargazer juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Pengalaman langsung dari pemilik Stargazer 2023, Anantyo Herlambang, memberikan wawasan tentang penggunaan mobil tersebut.

Menurut Anantyo, keputusan memilih Stargazer bermula dari rasa penasaran terhadap merek Hyundai, ditambah penawaran harga yang menarik. “Alasan memilih Stargazer karena penasaran dengan merek Hyundai dan kebetulan dapat harga bagus. Nyicil sampai lunas, bunganya cuma Rp 13 juta selama 3 tahun,” ujarnya.

Pada saat itu, Anantyo memilih tipe Prime AT dengan harga Rp 312 juta. Dari sisi kelebihan, ia menilai Stargazer unggul dalam hal fitur dan efisiensi bahan bakar. Konsumsi BBM mobil ini dinilai cukup irit di kelasnya. “Untuk kelebihannya, fitur cukup melimpah dan irit bahan bakar. Kalau lagi santai bisa 1 banding 20 (20 km per liter/kpl) atau kalau ngebut dan di dalam kota bisa 1 banding 14 (14 kpl),” tambahnya.

Hyundai Stargazer mengusung mesin 1.497 cc Smartstream G1.5 MPI 4 silinder yang mampu menghasilkan tenaga 115 Ps pada 6.300 Rpm dan torsi 143,8 Nm pada 4.500 Rpm. Mesin tersebut dikawinkan dengan transmisi IVT 7 percepatan. Selain itu, kenyamanan berkendara juga menjadi poin positif. Sebagai MPV keluarga, Stargazer dinilai nyaman untuk dikendarai baik jarak dekat maupun perjalanan panjang.

Namun, Anantyo juga menyebut beberapa hal yang masih bisa ditingkatkan. Salah satunya adalah harga jual kembali, terutama dibandingkan MPV merek Jepang yang lebih mapan di pasar. “Kalau untuk kekurangan, harga jual kembali di banding MPV Jepang bisa terjun payung, belinya berapa jualnya bisa jatuh banget harganya,” ujarnya.

Selain itu, aspek kenyamanan di baris belakang juga menjadi perhatian. Menurutnya, posisi duduk kursi belakang terasa terlalu rendah. “Kursi belakang menurut saya terlalu rendah atau mendelep ke bawah, mungkin karena captain seat,” tambahnya.

Sebagai informasi, Hyundai menawarkan Stargazer dengan pilihan captain seat untuk varian Essential, Style, dan Prime. Untuk varian termurah Essential kini dibanderol dengan harga Rp 270 jutaan.

Dari sisi fitur, Anantyo juga menyayangkan belum adanya kelengkapan yang biasa mulai lazim pada mobil baru. Kualitas interior juga menjadi perhatian. “Terus belum ada kamera 360 juga, dan material dasbor juga masih plastik. Tapi, dengan harga segitu ya tidak bisa berharap soft touch juga,” ujarnya.

Pengalaman Anantyo menunjukkan bahwa Hyundai Stargazer menawarkan nilai yang cukup menarik dari sisi fitur, konsumsi bahan bakar, dan kenyamanan. Namun, bagi sebagian konsumen, faktor harga jual kembali dan detail kenyamanan kabin masih menjadi pertimbangan.

Kelebihan dan Kekurangan Hyundai Stargazer

  • Kelebihan:
  • Irit bahan bakar
  • Fitur lengkap
  • Nyaman dikendarai

  • Kekurangan:

  • Harga jual kembali anjlok
  • Belum ada kamera 360
  • Kursi belakang terlalu rendah

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan