Keluhan Warga Kujan Mengalir ke DPRD


NANGA BULIK, aiotrade.CO
– Sejumlah keluhan dari warga Desa Kujan langsung disampaikan kepada para anggota DPRD Lamandau saat reses Dapil 1 digelar di balai desa setempat. Berbagai masalah mulai dari infrastruktur hingga narkotika menjadi fokus utama yang disuarakan oleh masyarakat.

Reses yang dipimpin oleh Wakil Ketua II DPRD Lamandau, Riko Porwanto, memberikan ruang terbuka bagi warga untuk menyampaikan keluhan dan aspirasi mereka. Kehadiran Riko bersama jajaran anggota DPRD disambut oleh Kepala Desa Kujan, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang hadir di balai desa.

Kepala Desa Kujan, Ronny Sanjaya, membuka kegiatan dengan apresiasi terhadap rombongan DPRD. Ia menyampaikan rasa senang karena DPRD bersedia turun langsung dan mendengarkan keluhan warga. Ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan permasalahan yang mereka alami sehari-hari.

Selama dua jam kegiatan berlangsung, warga silih berganti menyampaikan berbagai isu yang mereka anggap penting. Beberapa hal yang paling sering disebutkan antara lain:

  • Infrastruktur desa yang rusak
  • Maraknya narkotika
  • Kerusakan lapangan sepakbola
  • Masalah drainase
  • Kebutuhan penambahan PAUD

Amran, salah satu warga aktif dalam menyampaikan aspirasi, menyampaikan beberapa poin penting yang diajukan oleh warga. Ia mengatakan bahwa narkoba kini semakin marak di desa ini, terutama di RT 9 yang sudah terlalu padat dengan lebih dari 500 KK. Warga meminta agar ditambahkan RT baru agar pengelolaannya lebih efektif. Selain itu, mereka juga mengusulkan agar Jalan Trans Kalimantan dari jembatan Kujan dibuat lurus sehingga menjadi jalan lingkar luar.

Masalah narkotika dinilai meresahkan karena mulai menjangkiti pemuda. Warga khawatir masa depan anak-anak akan terganggu jika tidak ada tindakan dan edukasi dari aparat.

Keluhan soal lapangan sepakbola juga muncul. Aset desa tersebut dinilai semakin rusak dan membahayakan ketika digunakan warga. Banyak lubang dan permukaan yang licin saat hujan. Warga berharap agar lapangan tersebut diperbaiki agar anak-anak bisa berolahraga dengan aman.

Drainase juga menjadi sorotan karena pembuangan air yang salah arah. Akibatnya, rumah warga sering terendam saat hujan deras. Air malah masuk ke dalam rumah, sehingga warga meminta pemerintah untuk mengecek dan memperbaikinya.

Selain itu, warga juga meminta tambahan PAUD karena tempat yang ada tidak mampu menampung seluruh anak usia dini. Banyak anak yang tidak kebagian, sehingga PAUD baru sangat dibutuhkan.

Menanggapi seluruh keluhan tersebut, Wakil Ketua II DPRD Lamandau, Riko Porwanto, menegaskan komitmen pihaknya untuk menindaklanjuti aspirasi warga. Semua masukan akan dicatat dan dibawa ke rapat DPRD. Pihaknya akan mencari solusi bersama pemerintah daerah.

Terkait narkotika, Riko menyatakan bahwa DPRD akan berkoordinasi dengan Polres Lamandau untuk memperkuat patroli dan edukasi bahaya narkoba. Ia menilai masalah ini serius dan membutuhkan peran semua pihak agar peredaran bisa ditekan.

Soal penambahan RT, Riko memastikan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan camat dan kades untuk meninjau kebutuhan pembagian wilayah baru. Ia menjelaskan bahwa jumlah warga terlalu banyak dalam satu RT membuat pengelolaan tidak efektif.

Usulan pergeseran jalur Jalan Trans Kalimantan dinilainya perlu kajian lebih dalam. Ia menjelaskan bahwa ini adalah proyek nasional, sehingga harus melalui proses panjang. Meski begitu, usulan tetap akan disampaikan ke pihak terkait.

Terkait lapangan sepakbola, drainase, dan PAUD baru, Riko menyatakan bahwa pihak DPRD akan mengupayakan masuk dalam pembahasan APBD tahun depan. Ia menambahkan bahwa anggaran akan diusahakan, tentu butuh proses dan koordinasi dengan dinas terkait.

Reses ditutup dengan komitmen DPRD untuk kembali ke Desa Kujan beberapa bulan mendatang guna menyampaikan progres penanganan aspirasi. Tokoh masyarakat berharap keluhan yang telah disampaikan benar-benar ditindaklanjuti.

Harapan mereka adalah agar Bapak-Bapak tidak hanya mendengar, tapi juga bergerak. Desa Kujan membutuhkan perhatian. Kegiatan reses ini menjadi bukti bahwa DPRD Lamandau berupaya mendekatkan diri dengan masyarakat, sekaligus memastikan aspirasi warga benar-benar sampai ke meja kebijakan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan