Kemendikdasmen Minta Masyarakat Tidak Sebarkan Info Kecelakaan SDN Kalibaru Belum Diverifikasi

Pernyataan Resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah mengeluarkan pernyataan resmi terkait kecelakaan yang menimpa mobil pengantar Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara. Dalam pernyataannya, Kemendikdasmen menyampaikan bahwa pihaknya tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, menyampaikan pesan tersebut. Ia mengimbau seluruh pihak untuk menghormati privasi korban dan keluarga serta tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

"Kami turut mendoakan agar seluruh korban segera pulih," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Koordinasi dengan Pihak Terkait

Gogot juga menjelaskan bahwa pihak Kemendikdasmen terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, pihak sekolah, dan instansi terkait untuk memantau perkembangan kondisi korban. Tujuannya adalah memastikan langkah-langkah lanjutan dilakukan secara cepat dan terarah.

Selain itu, Kemendikdasmen telah memberikan bantuan uang kepada para korban kecelakaan. Bantuan tersebut diberikan sesuai dengan tingkat luka yang dialami oleh para korban. Untuk lima orang korban luka serius, masing-masing mendapatkan bantuan sebesar Rp 5 juta. Sementara itu, 17 orang korban luka ringan masing-masing mendapatkan bantuan sebesar Rp 2,5 juta. Selain bantuan finansial, Kemendikdasmen juga memberikan dukungan moral kepada para korban dan keluarga mereka.

Penjelasan dari Pihak Kepolisian

Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Utara, Erick Frendriz, menyampaikan bahwa mobil yang menabrak sekolah dan melindas beberapa siswa SDN Kalibaru 01 sedang dalam perjalanan mengantar MBG ke sekolah tersebut. "Iya, mobil MBG yang akan mengantarkan makanan ke sekolah ini," katanya kepada wartawan di lokasi kejadian.

Polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), sehingga detail kronologi kecelakaan belum dapat disampaikan sepenuhnya. Namun, berdasarkan rekaman CCTV yang telah dilihat polisi, diketahui bahwa siswa sedang berada di lapangan sekolah sebelum mobil tiba-tiba masuk dan menabrak.

"Kami lihat bahwa siswa sedang ada kegiatan di lapangan. Kemudian tiba-tiba mobil masuk dan terjadilah tabrakan," ucap dia.

Penjelasan dari Wakil Kepala BGN

Wakil Kepala BGN, Sonny Sanjaya, menjelaskan bahwa sopir yang membawa mobil tersebut merupakan sopir pengganti. Hal ini karena sopir tetap sedang sakit. "Sebetulnya sopirnya ada sopir tetap. Namun, satu sopir ini sudah dua hari tidak masuk karena sakit. Maka kemudian sopir yang hari ini membawa kendaraan, yang terlibat kecelakaan, itu yang menggantikan," kata Sonny.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan