Kemenkes Dorong Budaya Sehat Jamu: Edukasi Pembuatan dan Penggunaan Jamu Aman di Kalsel

Kemenkes Dorong Budaya Sehat Jamu: Edukasi Pembuatan dan Penggunaan Jamu Aman di Kalsel

Edukasi Pembuatan dan Penggunaan Jamu yang Aman, Bermutu, dan Bermanfaat

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Direktorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian menyelenggarakan kegiatan edukasi tentang pembuatan dan penggunaan jamu yang aman, bermutu, serta bermanfaat. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, pada hari Kamis (11/12/2035). Acara ini dibuka secara resmi oleh Ketua Tim Kerja Dukungan Manajemen Direktorat Produksi dan Distribusi Farmasi Kemenkes RI, Ismiyati, yang didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Diauddin.

Dalam sambutannya, Ismiyati menekankan pentingnya memahami kekayaan biodiversitas Indonesia. Menurut laporan nasional terhadap Konvensi Keanekaragaman Hayati, Indonesia memiliki sekitar 31.750 spesies tumbuhan, namun hanya sekitar 2.848 spesies yang dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Potensi ini sangat besar dan tersebar dari Sabang sampai Merauke. Selain tanaman, ada juga potensi bahan alam lain seperti hewan, jasa tirenik, dan mineral yang bisa dikembangkan menjadi obat bahan alam.

Untuk mendorong pemanfaatan obat bahan alam, Kemenkes telah menyiapkan regulasi, antara lain Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan serta Peraturan Pemerintah Nomor 3 dan 28 Tahun 2024. Regulasi ini menegaskan bahwa obat bahan alam dapat digunakan secara mandiri oleh masyarakat maupun fasilitas pelayanan kesehatan.

Ismiyati juga mengungkapkan pentingnya Gerakan Nasional Budaya Sehat dengan Jamu (Gernas Dude Jamu) yang dicanangkan sejak tahun 2015. Bahkan, pada tanggal 16 Desember 2023, UNESCO menetapkan budaya sehat jamu sebagai warisan budaya takbenda ke-13 Indonesia. Salah satu tanaman obat unggulan yang kini diangkat sebagai ikon adalah temulawak, dengan potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Jamu merupakan warisan budaya bangsa yang memberikan manfaat kesehatan serta kontribusi ekonomi dan sosial budaya. Oleh karena itu, penting memastikan jamu dibuat dan digunakan secara aman, bermutu, dan bermanfaat. Ismiyati juga menekankan pentingnya edukasi bagi pelaku usaha jamu gendong, UMKM jamu racikan, hingga masyarakat umum agar tidak menggunakan bahan kimia berbahaya dalam pembuatan jamu.

Sementara itu, Kadinkes Kalsel, Diauddin, menyampaikan bahwa Kalimantan Selatan memiliki kekayaan tanaman obat melimpah, seperti bajakah, pasak bumi, dan berbagai tanaman khas lainnya. Masyarakat kita sejak dulu sangat akrab dengan jamu dan ramuan tradisional sebagai budaya hidup sehat. Ketika tidak enak badan, biasanya yang dicari pertama adalah ramuan tradisional sebelum pergi ke puskesmas atau rumah sakit.

Diauddin menambahkan, perkembangan industri obat tradisional menghadapi tantangan dalam memastikan jamu diproduksi sesuai standar kesehatan. Jamu tidak bertentangan dengan kesehatan modern. Bahkan beberapa rumah sakit kini memiliki poli jamu atau poli pengobatan herbal.

Selain itu, Diauddin membuka peluang menghadirkan layanan pengobatan herbal tradisional di fasilitas kesehatan di Kalsel sebagai pilot project, bekerja sama dengan Perkumpulan Dokter Pengobatan Tradisional Indonesia. Menurutnya, penting memastikan jamu memiliki dosis dan cara pakai yang tepat. Melalui kegiatan edukasi ini, Dinkes Kalsel ingin memperkuat kapasitas masyarakat, pelaku UMKM, dan penggiat jamu agar mampu memproduksi jamu secara higienis, terstandar, dan bebas bahan berbahaya.

Harapan kami, produk herbal dari Kalimantan Selatan tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga nasional bahkan mendunia.

Melalui edukasi ini, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan tentang pembuatan dan penggunaan jamu yang aman, benar, serta bermanfaat untuk kesehatan keluarga. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum memperkuat budaya jamu Indonesia dan meningkatkan kualitas produk herbal nasional.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan