Kemenpar Bantah Bali Sepi, Menpar: Turun 2%

Penjelasan Kemenpar tentang Kunjungan Wisatawan ke Bali Selama Nataru

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyangkal adanya penurunan kunjungan wisatawan ke Bali selama momentum libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menyatakan bahwa jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Bali justru masih mengalami pertumbuhan. Berdasarkan data yang diterima oleh Kemenpar, kunjungan wisman ke Bali telah mencapai sekitar 6,8 juta orang dan terus dibidik untuk meningkat hingga 7 juta kunjungan.

Di sisi lain, penurunan justru terjadi pada wisatawan domestik. Menurut Widiyanti, penurunan ini mungkin disebabkan oleh informasi yang gencar tentang cuaca yang kurang baik serta faktor-faktor lainnya. Meski demikian, ia menegaskan bahwa wisatawan nusantara tetap berada dalam kondisi ramai, meskipun ada penurunan yang relatif kecil, sekitar 2%.

Perpindahan Tujuan Wisatawan Domestik

Widiyanti menjelaskan bahwa wisatawan nusantara kini mulai mengalihkan tujuan perjalanan mereka ke wilayah lain, khususnya di Pulau Jawa. Wilayah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat menjadi pilihan utama. Yogyakarta juga mencatatkan peningkatan kunjungan yang signifikan.

Sebelumnya, Gubernur Bali, Wayan Koster, juga membantah isu bahwa Bali sepi dari wisatawan mancanegara atau turis asing selama libur Nataru. Ia menyatakan bahwa tren kunjungan wisatawan pada tahun 2025 justru meningkat sebesar 8% dibandingkan dengan Nataru 2024.

Data dan Prediksi Koster

Selain itu, Koster juga menyangkal isu viral di media sosial yang menyebut Bali sepi dan banyak wisman memilih pergi ke Thailand. Ia menyampaikan data bahwa jumlah wisman per hari saat ini sekitar 17.000 orang, dengan sempat mencapai 20.000 sebelumnya. Dari Januari hingga Desember 2025, jumlah wisman mencapai 6,7 juta, sedangkan pada 2024 hanya 6,3 juta.

Koster optimistis bahwa Bali dapat mencapai target 7 juta kunjungan wisman pada 2025. Menurut kalkulasinya, selama libur Nataru, kunjungan wisman bisa lebih dari 300.000 orang.

Tingkat Okupansi Hotel di Bali

Dari sisi okupansi hotel, Koster menyebutkan bahwa hotel berbintang di Bali sudah ada yang mencapai 80%, seperti di Sanur dan Nusa Dua. Sedangkan okupansi terendah hotel di Bali saat ini adalah 60%. Hal ini menunjukkan bahwa Bali tetap menjadi destinasi yang diminati, meskipun terdapat sedikit penurunan pada wisatawan domestik.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan