Kementerian Perindustrian Targetkan Pertumbuhan Manufaktur 5,51% di 2026

Kementerian Perindustrian Targetkan Pertumbuhan Manufaktur 5,51% di 2026

Target Pertumbuhan PDB Industri Manufaktur pada 2026

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memiliki rencana ambisius untuk meningkatkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) industri manufaktur pada tahun 2026. Target yang ditetapkan adalah sebesar 5,51 persen, yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan hingga triwulan III 2025 sebesar 5,17 persen. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza dalam pernyataannya.

Pertumbuhan Subsektor Industri

Dalam target tersebut, setiap subsektor industri juga memiliki angka pertumbuhan masing-masing. Industri logam dasar menjadi subsektor dengan pertumbuhan tertinggi, yaitu mencapai 14 persen. Selanjutnya, industri pengolahan lainnya ditargetkan tumbuh sebesar 6,45 persen, sementara industri kimia, farmasi, serta makanan dan minuman masing-masing memiliki target pertumbuhan sebesar 6,26 persen dan 6,06 persen.

Adapun industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki ditargetkan tumbuh sebesar 5,19 persen. Sementara itu, industri barang dari logam, komputer, dan elektronik lainnya memiliki target pertumbuhan sebesar 4,81 persen. Industri mesin dan perlengkapan YTDL, serta industri barang galian bukan logam masing-masing ditargetkan tumbuh sebesar 4,78 persen dan 4,20 persen.

Selain itu, industri furnitur dan tekstil serta pakaian jadi memiliki target pertumbuhan masing-masing sebesar 3,71 persen dan 3,54 persen. Industri alat angkutan, yang pada 2025 mengalami kontraksi sebesar minus 1,95 persen, akan kembali tumbuh dengan target pertumbuhan sekitar 2,93 persen.

Angka Pertumbuhan Lainnya

Beberapa subsektor lain seperti industri kertas dan barang dari kertas ditargetkan tumbuh sebesar 2,71 persen, industri karet dan barang dari karet sebesar 1,85 persen, industri pengolahan tembakau sebesar 1,67 persen, serta industri kayu dan barang dari kayu sebesar 1,58 persen.

Kontribusi Terhadap PDB Nasional

Selain pertumbuhan PDB industri manufaktur, Kemenperin juga menargetkan rasio IPNM terhadap PDB nasional meningkat dari 17,27 persen pada 2025 menjadi 18,56 persen pada 2026. Selain itu, kontribusi ekspor terhadap produk IPNM terhadap total ekspor dipatok sekitar 74,85 persen.

Tenaga Kerja dan Investasi

Presentase tenaga kerja industri pengolahan non-migas terhadap total pekerja juga ditargetkan meningkat menjadi 14,68 persen. Produktivitas tenaga kerja IPNM ditargetkan mencapai Rp 126,20 juta per orang per tahun.

Dari sisi investasi, nilai investasi sektor IPNM pada 2025 tercatat kawasan industri mampu menyerap investasi sebesar Rp6.744,58 triliun hingga kuartal II 2025. Target nilai investasi baru pada 2026 dipatok sekitar Rp852,90 triliun.

Pengembangan Industri di Luar Pulau Jawa

Kementerian Perindustrian juga menargetkan peningkatan nilai tambah industri pengolahan di luar Pulau Jawa. Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dan strategi baru industri nasional, keseimbangan pengembangan industri antara Jawa dan luar Jawa diharapkan semakin merata. Untuk itu, target persentase nilai tambah industri pengolahan di luar Jawa ditetapkan sebesar 33,25 persen.

Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca

Terakhir, target penurunan emisi gas rumah kaca pada sektor industri prioritas ditargetkan sekitar 6,79 juta ton Co2 EQ.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan