Kementerian PU: 90 Persen Jembatan Rusak Sudah Aman Dilewati

Kementerian PU Mengklaim Lebih dari 90 Persen Jembatan Nasional di Sumatera Sudah Dapat Dilalui

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan bahwa lebih dari 90 persen jembatan nasional yang rusak akibat bencana banjir di Pulau Sumatera, khususnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, telah kembali dapat dilalui masyarakat. Hal ini menjadi langkah penting dalam mendukung mobilitas penduduk dan kelancaran distribusi logistik di wilayah tersebut.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menekankan bahwa percepatan penanganan infrastruktur jalan dan jembatan menjadi prioritas utama pemerintah. Menurutnya, jalan dan jembatan merupakan urat nadi pergerakan masyarakat serta distribusi logistik. Ia menyampaikan bahwa Kementerian PU terus berupaya agar akses ini kembali fungsional secepat mungkin.

Berdasarkan data Kementerian PU hingga 31 Desember 2025, sebanyak 81 ruas jalan nasional terdampak bencana di tiga provinsi tersebut sebagian besar telah kembali fungsional, baik secara penuh maupun melalui penanganan darurat. Sementara itu, dari total 33 jembatan nasional yang terdampak, lebih dari 90 persen sudah dapat dilalui. Artinya, masih ada sekitar 3 hingga 4 jembatan yang belum bisa dilalui.

Infrastruktur Rusak Tiap Provinsi

Di Provinsi Aceh, tercatat 38 ruas jalan nasional terdampak bencana. Seluruh ruas tersebut kini dilaporkan telah kembali berfungsi. Salah satu upaya pemulihan dilakukan melalui pemasangan Jembatan Bailey di Kabupaten Bireuen dengan bentang 180 meter.

Sementara itu, di Provinsi Sumatera Utara, dari 12 ruas jalan nasional terdampak, sebagian besar telah kembali dapat dilalui. Namun, satu segmen pada ruas Simpang Rampa-Batulobang-Sibolga sepanjang sekitar 17 kilometer, yang merupakan bagian dari ruas batas Kabupaten Tapanuli Utara/Tapanuli Tengah-Sibolga, masih mengalami gangguan dan terus ditangani secara intensif.

Di Provinsi Sumatera Barat, seluruh 31 ruas jalan nasional terdampak telah kembali fungsional. Meski demikian, dua ruas di kawasan Lembah Anai masih diberlakukan kondisi fungsional terbatas dengan pengaturan lalu lintas demi keselamatan pengguna jalan.

Bantuan dari BUMN Karya

Untuk mendukung percepatan pemulihan, Kementerian PU menurunkan total 1.452 unit alat berat dan alat pendukung, yang terdiri atas 382 unit milik Kementerian PU dan 1.071 unit dari mitra Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya. Sebaran alat tersebut meliputi 821 unit di Aceh, 291 unit di Sumatera Utara, dan 341 unit di Sumatera Barat.

Kementerian PU memastikan pekerjaan penanganan sisa ruas jalan dan jembatan terdampak akan terus dilakukan secara bertahap, khususnya pada jalur utama dan strategis. Penanganan dilakukan selama 24 jam guna menjaga agar infrastruktur yang telah fungsional tetap aman dilalui masyarakat selama periode libur tahun baru 2026.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan