Kena tarif tinggi, mobil China tetap laris manis di Eropa

Kena tarif tinggi, mobil China tetap laris manis di Eropanurulamin.proMeski menghadapi tarif impor yang tinggi, mobil-mobil asal China justru semakin laris manis di pasar Eropa. Mengutip laporan Fast Technology pada 2 Januari, penjualan kendaraan China di Benua Biru menunjukkan performa yang kian mengesankan.

Data dari lembaga riset Dataforce mencatat bahwa pada November 2025, merek-merek China untuk pertama kalinya berhasil meraih pangsa pasar 12,8 persen di segmen mobil listrik Eropa.

Tak hanya itu, kendaraan hybrid buatan China bahkan mencatatkan pangsa pasar lebih dari 13 persen, menandakan minat konsumen yang sangat kuat.

Pasar Inggris menjadi salah satu sorotan utama. Dalam 11 bulan pertama tahun lalu, penjualan mobil China di Inggris mencapai 187.800 unit, atau dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Analis otomotif Matthias Schmidt memperkirakan bahwa pada 2025, penjualan mobil China di Inggris akan menembus 200 ribu unit, dengan pangsa pasar stabil di sekitar 10 persen. Artinya, satu dari setiap 10 mobil baru yang terjual di Inggris berasal dari merek China.

Fenomena serupa juga terlihat di Spanyol dan Norwegia. Bahkan secara keseluruhan, pangsa pasar mobil China di Eropa Barat telah mencapai rekor 6 persen.

Menariknya, mobil China di Eropa tidak bisa dibilang murah. Harga yang relatif tinggi, ditambah beban tarif impor, justru tidak menghalangi minat konsumen. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas, teknologi, dan nilai produk mobil China semakin diakui oleh masyarakat Eropa.

Tahun 2026 dipandang sebagai fase krusial bagi ekspansi global industri otomotif. Merek-merek China seperti Chery, BYD, dan Great Wall diprediksi akan terus melaju dan mencetak pencapaian baru di pasar internasional.***

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan