Kenalkan Irfan Amir, Jenderal Baru Asal Makassar dari Kopassus

Kenalkan Irfan Amir, Jenderal Baru Asal Makassar dari Kopassus

Kiprah Irfan Amir di TNI AD

Putra asli Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Brigadir Jenderal TNI Irfan Amir kembali menorehkan prestasi dalam kariernya sebagai perwira militer. Dengan latar belakang yang kuat sebagai prajurit Kopassus, Irfan Amir telah membuktikan kemampuannya dalam berbagai tugas dan jabatan penting di lingkungan TNI Angkatan Darat.

Irfan Amir lulus dari Akademi Militer (Akmil) pada tahun 2000 silam. Ia satu angkatan dengan Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Sejak awal kariernya, Irfan Amir tercatat sebagai salah satu prajurit Kopassus yang memiliki dedikasi tinggi dan semangat pantang menyerah.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memberikan tugas baru kepada Irfan Amir sebagai perwira tinggi Sahli KSAD Tingkat II Kumham. Penugasan ini akan dimulai pada Desember 2025. Dengan penugasan tersebut, Irfan Amir diharapkan dapat segera mendapatkan kenaikan pangkat bintang satu dalam waktu dekat.

Sebelumnya, Irfan Amir menjabat Paban VI/Sintelad. Ia juga pernah bertugas sebagai Komandan Kodim Jeneponto dan Komandan Grup 1 Kopassus. Jabatan terakhirnya sebagai Komandan Grup 1 Kopassus dilantik pada 16 November 2023, menggantikan Kolonel Inf Romel Jangga Wardhana.

Peran Irfan Amir di Grup 1 Kopassus

Irfan Amir menjadi komandan Grup 1 Kopassus selama 1 tahun 6 bulan. Selama masa jabatannya, ia berhasil menjaga reputasi satuan yang sudah sangat disegani. Salah satu inisiatif yang ia lakukan adalah pembangunan museum untuk mencatat sejarah dan prestasi para prajurit Kopassus.

Gagasan ini pernah muncul sebelumnya pada masa Kolonel Inf. Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, namun gedung tersebut sempat digunakan sebagai gymnasium. Irfan Amir memutuskan untuk mewujudkan gagasan ini setelah meminta izin kepada mantan komandannya yang kini menjabat Asisten Latihan KSAD.

Museum ini diharapkan menjadi tempat yang menyimpan memorabilia dan penghargaan para prajurit Kopassus. Irfan Amir mengakui bahwa isi museum belum sepenuhnya lengkap dan berharap agar pihak berikutnya dapat melengkapi koleksi tersebut.

Latar Belakang dan Karier Irfan Amir

Irfan Amir lahir pada 7 Desember 1978 di Jeneponto, Sulawesi Selatan. Sejak kecil, ia menunjukkan karakter militan dan tekad yang kuat. Penghobi sepakbola ini berhasil melewati seleksi masuk Akademi Militer Magelang dan lulus pendidikan Kopassus.

Di Grup 1 Kopassus, Irfan Amir pertama kali ditempatkan saat berpangkat Letnan Dua. Kemudian ia berturut-turut dipindahkan ke Grup 3 Kopassus, dengan posisi terakhir sebagai Wadanyon-32 Grup 3 Kopassus. Ia juga pernah menjabat Pabanda Lid Sintel Kopassus (2014), Pabanda Bhakti TNI Ster Kopassus (2016), dan Kasi Pers Grup B Paspampres (2017).

Setelah itu, Irfan Amir kembali ke Korps Baret Merah sebagai Waaster Danjen Kopassus. Ayah tiga orang anak ini juga pernah menjabat Aster Kopassus sebelum ditugaskan menjadi Dangrup 1 Kopassus.

Penugasan Berbagai Medan Operasi

Selama kariernya, Irfan Amir telah menjalani berbagai penugasan di berbagai medan operasi. Beberapa di antaranya termasuk tugas di Kompi Parako 13 Aceh, Satgas Merpati Kodam VII/Wirabuana, serta Satgas Namengkawi di Papua. Ia juga pernah melakukan penugasan di luar negeri.

Penugasan-penugasan ini menjadi bekal bagi Irfan Amir dalam memimpin Grup 1 Kopassus. Dalam acara serah terima jabatan (sertijab), kedua orang tua Irfan Amir hadir dari Makassar untuk menyaksikan upacara tersebut. Mereka merasa bangga atas pencapaian putranya.

Pesan dan Harapan

Acara sertijab dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tamu VIP, seperti Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi, Pj Gubernur Banten Al Muktabar, serta pejabat Forkopimda Provinsi Banten. Hadir pula Sekjen Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD), Mayjen TNI Purn DR Komaruddin Simanjuntak bersama jurnalis senior Egy Massadiah.

Dalam sambutannya, Danjen Kopassus Mayjen TNI Deddy Suryadi menaruh harapan besar terhadap para prajurit Grup 1. Ia menekankan pentingnya menjaga tradisi satuan dan meningkatkan kemampuan fisik, teknis, serta taktik. Ia juga menyitir pesan Panglima Besar Jenderal Soedirman tentang pentingnya tetap waspada dalam menghadapi segala situasi.



Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan