
Pemimpin Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal Suharyanto, mengungkapkan responsnya terhadap video yang menampilkan dirinya sedang berada di pusat perbelanjaan di Medan, Sumatera Utara. Video tersebut viral di media sosial dan memicu reaksi dari masyarakat karena diunggah saat tengah terjadi bencana banjir di wilayah tersebut.
Salah satu unggahan yang menarik perhatian adalah dari akun Instagram @sumut_headlines. Dalam video pendek tersebut, Suharyanto terlihat berjalan bersama rombongan di mal. Reaksi warga internet terhadap tindakan Kepala BNPB ini sangat beragam. Banyak netizen merasa kecewa dengan tindakan yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi darurat yang sedang dialami masyarakat.
Seorang pengguna akun @mu***13 menulis komentar dalam unggahan tersebut:
"Memang benar bahwa bencana Sumatera hanya dibesar-besarkan di media sosial, karena dia (Kepala BNPB) melihat di mal aman tidak kebanjiran."
Suharyanto mengakui kebenaran video tersebut. Ia menjelaskan bahwa kunjungan ke mal di Medan terjadi pada 5 Desember 2025. "Saat itu saya sedang menyiapkan perlengkapan sandang pribadi setelah lebih dari dua minggu berada di lapangan tanpa kembali ke rumah," ujarnya ketika dihubungi pada Jumat, 12 Desember 2025.
Ia juga menyampaikan bahwa sejak pertengahan November lalu, ia dan jajaran BNPB bekerja secara nomaden dari satu lokasi bencana ke lokasi lainnya. Mulai dari bencana longsor di Majenang, erupsi Gunung Semeru, hingga banjir dan longsor yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera bagian utara. "Dalam rentang waktu itu, kami bekerja hampir tanpa jeda," tambahnya.
Suharyanto menilai sorotan masyarakat atas tindakannya merupakan bentuk kepedulian terhadap kinerja BNPB. Ia yakin perhatian masyarakat tersebut merupakan harapan agar penanganan bencana bisa dilakukan dengan lebih baik, cepat, dan penuh empati oleh lembaganya.
"Saya ingin menegaskan bahwa prioritas utama kami tetap sama, yaitu memastikan dukungan logistik dan bantuan dari berbagai pihak tersalurkan dengan cepat," kata jenderal TNI bintang tiga tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa BNPB berkomitmen untuk membantu penanganan terhadap korban bencana Sumatera, termasuk di wilayah yang masih sulit dijangkau. Suharyanto menambahkan bahwa koordinasi dengan berbagai pihak akan terus dijaga agar operasi kemanusiaan berjalan efektif.
"Kami akan terus bekerja sebaik-baiknya demi keselamatan masyarakat, terutama yang terdampak bencana," ucapnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar