Kepemilikan Persiba Balikpapan Dibantah, Walikota Rahmad Mas'ud Buka Fakta Asli Klub

Kepemilikan Persiba Balikpapan Dibantah, Walikota Rahmad Mas'ud Buka Fakta Asli Klub

Persiba Balikpapan: Tantangan dan Harapan di Tengah Kekaburan Status Kepemilikan

Persiba Balikpapan, klub sepak bola yang dikenal dengan julukan Beruang Madu, kembali menjadi sorotan setelah performa buruknya di Liga 2. Selain itu, isu mengenai status kepemilikan klub juga menjadi perbincangan hangat di kalangan suporter dan masyarakat sekitar.

Sejak beberapa waktu lalu, para penggemar sepak bola Balikpapan mulai merasa khawatir karena minimnya sponsor dan performa yang tidak stabil. Mereka menilai bahwa ketidakjelasan status kepemilikan klub berdampak pada stabilitas finansial dan prestasi tim. Hal ini memicu banyak pertanyaan tentang siapa pemilik sah dari klub yang telah menjadi kebanggaan kota tersebut.

Krisis finansial terus menghimpit Persiba. Tanpa adanya sponsor utama, manajemen klub harus bekerja keras untuk menjaga keberlangsungan operasional. Suporter pun mulai menyampaikan kritik mereka, menganggap pemerintah kota kurang responsif terhadap kondisi yang dialami oleh klub.

Pernyataan Walikota Rahmad Mas’ud

Di tengah situasi yang memprihatinkan ini, Walikota Balikpapan Rahmad Mas’ud memberikan pernyataan resmi mengenai status kepemilikan Persiba Balikpapan. Ia menegaskan bahwa klub kini bukan lagi milik Pemkot maupun masyarakat Balikpapan, melainkan dimiliki oleh individu atau perusahaan.

“Persiba sekarang bukan punya orang Balikpapan. Persiba itu punya perorangan yang dikuasai oleh perusahaan. Sekarang dimiliki oleh Pak Gede,” ujar Rahmad.

Dengan status kepemilikan yang berubah, pemerintah kota tidak lagi bisa menggunakan APBD untuk mendanai klub. “Kalau kita membiayai melalui APBD, wali kota dan ketua DPRD pasti ditangkap,” tegasnya.

Meski demikian, Rahmad tetap memiliki kedekatan emosional terhadap klub. Ia bahkan mengungkapkan bahwa saat Persiba terdegradasi ke Liga 3, Pemerintah Kota dan Ketua DPRD Alwi Al Qadri tetap memberikan dukungan moral agar klub bisa kembali naik kasta.

Komitmen untuk Masa Depan Persiba

Setelah berhasil promosi kembali ke Liga 2, Rahmad menuntut manajemen dan pemilik klub, yaitu Pak Gede, untuk menjaga komitmen dan membawa Persiba kembali bangkit. Ia berharap klub dapat bertahan di Liga 2 dan tidak kembali terpuruk.

“Saya minta tanggung jawab Anda untuk bisa naikkan ke Liga 1 nanti,” tegas Rahmad.

Ia juga menegaskan bahwa masa depan Persiba kini berada di tangan manajemen profesional, bukan lagi pemerintah kota. Namun, ia tetap berharap dukungan moral dan harapan besar dari warga Balikpapan tetap menyertai perjalanan Beruang Madu untuk kembali menemukan kejayaannya.

Perjalanan Panjang Persiba

Persiba Balikpapan pernah menjadi salah satu klub paling populer di Indonesia, terutama pada masa kejayaan mereka di Stadion Parikesit. Namun, kini klub sedang menghadapi masa sulit dalam perjalanan panjangnya.

Setelah sempat terjerembab di Liga 3, Persiba akhirnya berhasil promosi kembali ke Liga 2. Namun, performa di kompetisi Pegadaian Championship League 2025-2026 belum membaik. Hingga memasuki putaran kedua, Persiba masih belum meraih kemenangan dan tertahan di posisi ke-7 Grup B dengan 11 poin.

Permainan yang tidak stabil dan minimnya dukungan finansial membuat para suporter semakin cemas. Mereka berharap manajemen klub dapat segera mengambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan performa dan mencari sponsor baru.

Kesimpulan

Persiba Balikpapan kini berada di titik penting dalam sejarahnya. Dengan status kepemilikan yang tidak jelas dan krisis finansial yang terus berlanjut, klub ini membutuhkan dukungan yang lebih kuat dari semua pihak. Meski pemerintah kota tidak lagi bisa secara langsung membantu, harapan dari masyarakat dan suporter tetap menjadi motivasi bagi manajemen dan pemilik klub untuk membawa Persiba kembali ke masa kejayaannya.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan