
Penurunan Suku Bunga oleh The Fed: Kebijakan yang Tidak Sepenuhnya Disepakati
Pada hari Rabu, 10 Desember 2025, waktu setempat di New York, Federal Reserve (The Fed) secara resmi menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,50 hingga 3,75 persen. Penurunan ini sesuai dengan perkiraan pasar dan merupakan pemangkasan ketiga dalam tahun ini, setelah dilakukan pada September dan Oktober lalu. Dengan penurunan ini, suku bunga kini mencapai tingkat terendah sejak bulan September 2022 atau lebih dari tiga tahun terakhir.
Keputusan tersebut menunjukkan bahwa para pejabat di bank sentral Amerika Serikat masih memiliki perbedaan pandangan mengenai arah kebijakan ke depan. Hal ini berarti bahwa langkah-langkah penurunan suku bunga berikutnya kemungkinan tidak akan berjalan mulus. The Fed memberikan sinyal bahwa mereka akan lebih berhati-hati dalam mengambil langkah berikutnya.
Perbedaan Pendapat di Dalam FOMC
Pemangkasan suku bunga kali ini bukanlah keputusan yang sepenuhnya disepakati. Tiga anggota Federal Open Market Committee (FOMC) menolak keputusan tersebut, sebuah perbedaan suara yang belum pernah terjadi sejak tahun 2019. Perbedaan ini mencerminkan adanya dua kubu di dalam FOMC: satu kubu ingin suku bunga diturunkan lebih cepat, sedangkan kubu lainnya menginginkan suku bunga tetap agar dapat mengendalikan inflasi.
Salah satu anggota yang menolak adalah Gubernur Stephen Miran, yang ingin penurunan suku bunga lebih besar, yaitu sebesar 50 basis poin. Ini merupakan penolakan ketiganya sebelum masa jabatannya berakhir pada Januari mendatang. Di sisi lain, Presiden The Fed Kansas City, Jeffrey Schmid, dan Presiden The Fed Chicago, Austan Goolsbee, ingin suku bunga tetap tidak berubah karena khawatir inflasi bisa kembali naik.
Pemangkasan Suku Bunga dan Dinamika Politik
Presiden AS Donald Trump ikut mengkritik The Fed setelah bank sentral hanya memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. Ia menilai bahwa penurunan suku bunga seharusnya lebih besar atau bahkan dua kali lipat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Trump, yang selama ini menekan The Fed agar lebih agresif menurunkan suku bunga, menyebut Ketua The Fed Jerome Powell sebagai sosok yang “kaku” dan menilai langkah pemangkasan kali ini terlalu kecil.
Dalam pertemuan dengan para CEO di Gedung Putih, Trump mengungkapkan rencananya mewawancarai Kevin Warsh. Warsh bersama Direktur Dewan Ekonomi Nasional Kevin Hassett disebut sebagai kandidat kuat pengganti Powell saat masa jabatannya berakhir pada Mei. “Saya mencari seseorang yang jujur dalam menentukan suku bunga. Suku bunga kita seharusnya jauh lebih rendah,” kata Trump.
Kritik terhadap Keputusan The Fed
Powell sendiri telah menjadi sasaran kritik Trump, yang menilai bank sentral terlalu lambat mengambil langkah pelonggaran selama tahun pertama masa jabatan keduanya. Trump juga mengeluhkan apa yang ia nilai sebagai kecenderungan menaikkan suku bunga ketika ekonomi menunjukkan hasil positif. “Kita akan kembali ke masa lalu, ketika kita mengumumkan hasil yang baik, itu bukan berarti kita harus menaikkan suku bunga dan menghancurkannya,” paparnya.
Komentar Trump muncul tak lama setelah The Fed mengumumkan pemangkasan suku bunga 25 basis poin, yang merupakan pemotongan ketiga sepanjang tahun ini. Keputusan tersebut mencerminkan kompromi di tengah perbedaan pandangan internal: dua anggota FOMC ingin mempertahankan suku bunga, sementara Stephen Miran, pejabat ekonomi pemerintahan Trump, mendorong pemangkasan yang lebih besar.
Tanggapan dari Jerome Powell
Dalam konferensi pers terpisah, Powell menyebut keputusan pemangkasan itu sebagai “pilihan yang cukup ketat” yang memberi ruang bagi The Fed untuk melihat bagaimana ekonomi berkembang. Ia juga secara langsung menyinggung tarif impor yang diberlakukan pemerintahan Trump sebagai penyebab inflasi yang sedikit meningkat. “Angka-angka ini lebih tinggi dibanding awal tahun, karena inflasi barang meningkat, mencerminkan dampak tarif,” ujar Powell, merujuk pada kenaikan dua indikator inflasi utama.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar