Kereta Petani dan Pedagang Resmi Beroperasi di Banten, Hanya Rp3.000!

Inovasi Kereta Petani dan Pedagang untuk Meningkatkan Ekonomi Lokal

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, telah resmi mengoperasikan layanan baru yang dinamakan Kereta Petani dan Pedagang pada Commuter Line Merak. Layanan ini mulai beroperasi sejak Senin, 1 Desember 2005, dan diharapkan dapat mempermudah arus distribusi hasil pertanian serta perdagangan lokal di Provinsi Banten.

Inovasi ini merupakan hasil kolaborasi antara KAI Group dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan. Tujuannya adalah untuk memberikan layanan transportasi yang lebih efisien bagi masyarakat, khususnya petani dan pedagang yang sering kesulitan dalam mengangkut barang dagangan mereka.

Seluruh proses desain dan modifikasi kereta dilakukan oleh Balai Yasa Surabaya Gubeng. Proses ini mencakup penataan interior, pengaturan ruang bagasi, hingga sistem pendukung perjalanan agar sesuai dengan kebutuhan para pengguna. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa layanan ini menunjukkan kemampuan perkeretaapian nasional dalam memberikan solusi transportasi yang relevan bagi masyarakat.

“Kereta ini dirancang oleh tenaga ahli kami di Balai Yasa Surabaya Gubeng. Setiap detail disiapkan agar perjalanan aman, nyaman, dan tetap tertata, sehingga petani dan pedagang dapat memasarkan produk dengan lebih mudah,” ujar Anne melalui keterangan tertulis.

Tarif Terjangkau dan Fasilitas yang Disediakan

Untuk besaran tarif, KAI menetapkan sebesar Rp3.000, sama dengan tarif penumpang umum pada KRL. Hal ini dilakukan melalui skema Public Service Obligation (PSO) dari Pemerintah. Anne menekankan bahwa dukungan subsidi DJKA Kemenhub memastikan layanan ini tetap terjangkau dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya yang bergantung pada transportasi publik berbasis rel.

Kereta Petani dan Pedagang memiliki kapasitas 73 tempat duduk dan area bagasi yang ditata sesuai kebutuhan pengguna. Layanan ini dirangkaikan pada 14 perjalanan Commuter Line Merak setiap hari, terdiri dari 7 perjalanan Merak–Rangkasbitung dan 7 perjalanan Rangkasbitung–Merak. Seluruh perjalanan tersebut melayani 11 stasiun, yaitu: Rangkasbitung – Jambu Baru – Catang – Cikuesal – Walantaka – Serang – Karangantu – Tonjong Baru – Cilegon – Krenceng – Merak.

Kapasitas Barang dan Registrasi Tiket

Untuk pengguna kereta ini, penumpang dapat membawa maksimal dua koli barang berukuran 100 cm x 40 cm x 30 cm. Sebelumnya, untuk menggunakan layanan ini, pelanggan wajib melakukan registrasi Kartu Petani dan Pedagang di loket stasiun wilayah Commuter Line Merak.

Pemegang kartu dapat membeli tiket mulai H-7 dan melakukan boarding lebih awal hingga dua jam sebelum jadwal keberangkatan. Namun begitu, bagi pengguna yang belum memiliki kartu tetap dapat membeli tiket pada hari perjalanan apabila kuota masih tersedia.

Sarana kereta telah menjalani serangkaian uji teknis, sertifikasi, pemasangan signage keselamatan, serta penyesuaian akses naik-turun di sejumlah stasiun. Seluruh persiapan ini memastikan kenyamanan, keamanan, dan keteraturan pergerakan barang maupun penumpang.

Anne menambahkan bahwa desain Balai Yasa Surabaya Gubeng menghadirkan sarana yang kuat secara teknis sekaligus fungsional untuk membawa hasil panen, olahan makanan, serta barang dagangan lainnya tanpa mengganggu alur penumpang.

Penggunaan Awal dan Dampak Ekonomi

Pada hari pertama operasional, sebanyak 12.391 pengguna memanfaatkan Commuter Line Merak, termasuk 95 pengguna Kereta Petani dan Pedagang. Barang bawaan didominasi olahan makanan, hasil pertanian, hingga kerajinan untuk memenuhi kebutuhan pasar di Serang, Cilegon, dan Merak.

Anne menegaskan bahwa Kereta Petani dan Pedagang berperan penting dalam memperkuat ekonomi lokal. “Layanan ini membantu kelancaran aktivitas perdagangan harian masyarakat, khususnya petani dan pedagang kecil yang mengandalkan transportasi berbasis rel. KAI akan terus berkolaborasi dengan Pemerintah untuk menghadirkan layanan yang memberi manfaat sosial dan ekonomi,” pungkasnya.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan dan perjalanan kereta api dapat diakses melalui Contact Center KAI 121, WhatsApp 0811-2223-3-121, email cs@kai.id, atau media sosial resmi @KAI121.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan